#BERITABANDARLAMPUNG#KRIMINAL

Kejar-Kejaran, Begal Taksi Online Dibekuk

( kata)
Kejar-Kejaran, Begal Taksi Online Dibekuk
Kasat Lantas Polresta Bandar Lampung AKP Rafly Yusuf Nugraha membekuk begal taksi online. (Foto:Lampost.co/Asrul S Malik)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Aksi kejar-kejaran terjadi antara begal dengan keluarga korban pembegalan dan Satlantas Polresta Bandar Lampung, pada Senin 8 Maret 2021 sekitar pukul 15.30 WIB. Kendaraan Daihatsu Sigra B 2953 BZM yang diduga hasil curian itu terlihat oleh keluarga korban pembegalan yang mengenali kendaraan tersebut.

Sontak, terjadi pengejaran di jalan RA Kartini, belakang hotel Horison. Mobil tersebut dikejar oleh beberapa kendaraan, kemudian petugas Satlantas yang mengatur lalulintas di Jalan Brigjen Katamso mendengar suara teriakan maling.

Anggota Satlantas yang berpatroli pun langsung menghadang kendaraan tersebut dengan water barier. Namun, water barier tersebut diterabas oleh pelaku.

Satlantas Polresta Bandar Lampung terus mengejar mobil pelaku menuju Jalan Kamboja, terus ke jalan Kenanga, Rawa Laut, dekat Asrama Brimob. Pelarian pelaku terhenti usai mobilnya tersangkut di trotoar. Akibatnya, mobil keluarga korban yang mengejar pun ikut rusak karena menabrak mobil pelaku.

Muhammad Kapitan (27) Warga Bataranila, Bandar Lampung mengatakan kendaraaan tersebut milik kakaknya bernama Agus Andika, yang dulunya bekerja sebagai driver taxi online maxim. Ia menyadari kendaraan tersebut milik kakaknya dari pelat nomor sama meski stiker maxim telah dicopot dari mobil tersebut.

"Mobil kakak saya dicuri, kena aksi begal bulan kemarin, terus tadi saya lagi mangkal (maxim) juga, lah kok mobilnya mirip mobil kakak saya. Saya uber sampe ke depan brimob, mobil saya rusak karena menabrak mobil yang dibawa pelaku. Saya juga dibantu sama polisi waktu mengejar mobil yang dibawa pelaku," ujarnya di post Satlantas Tugu Adipura, Senin 8 Maret 2021.


Sementara, Agus Andika membenarkan mobil tersebut miliknya. Ia menjadi korban pembegalan pada 6 Februari  2021. Saat itu, ia mendapat orderan dari jalan RA Kartini, dekat SMA YP Unila menuju Gudang Lelang, Telukbetung Selatan.
Sesampainya di lokasi dekat gedung kosong, leher pelaku dijerat dengan tali plastik dan korban diancam.

"Jadi, saya kira mau bayar, saya tunggu di satu menit kemudian, malah dijerat tali. Saya pun lompat kabur, takut kenapa-napa, mobilnya pun dibawa kabur," katanya.

Ia pun telah melaporkan kejadian tersebut ke Mapolda Lampung.

Kasatlantas Polresta Bandar Lampung AKP Rafly Yusuf Nugraha mengatakan dari pemeriksaan awal pelaku bernama Ariando Deofani Sihotang  (23), warga Rawa Laut, Enggal. Anggota melakukan pengejaran usai ada laporan yang masuk.

"Dari pemeriksaan sementara dia benar terduga pelaku 365 (pasal pencurian KUHP). Kasus 365 atau kejahatan C3. Ini merupakan atensi pimpinan," paparnya.

Pelaku akan diserahkan ke Satreskrim Polresta Bandar Lampung atau Ditreskrimum Polda Lampung, guna penyidikan lebih lanjut. Ariando Deofani pun mengakui perbuatannya, memesan taksi online, hingga menjerat leher korban dengan tali plastik.

"Enggak ada kepikiran (mau dijual), pengin dipakai aja," katanya.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar