#Kejari-Pringsewu#Kasus-Korupsi

Kejaksaan Tetapkan Dua Tersangka Korupsi RSUD Pringsewu

( kata)
Kejaksaan Tetapkan Dua Tersangka Korupsi RSUD Pringsewu
Kajari Pringsewu Asep Sontani Sunarya didampingi empat kasi saat jumpa pers soal kinerja kejari 2019. (Foto: Lampost.ci/Widodo)

PRINGSEWU (Lampost.co) -- Kejaksaan Negeri Pringsewu menetapkan dua tersangka korupsi pembangunan ruang rawat inap RSUD Pringsewu tahun 2012. Penetapan ini setelah kejaksaan melakukan pemeriksaan keduanya secara intensif.

“Kejari Pringsewu menetapkan dua tersangka kasus korupsi ruang rawat inap RSUD Pringsewu berinisial MN (swasta), dan SR (ASN). Penetapan keduanya diawali proses penyidikan panjang,” kata Kajari Pringsewu Asep Sontani di aula kejari setempat, Senin, 9 Desember 2019.

Kajari menambahkan awalnya kejaksaan mendapat laporan masyarakat. Lalu pihaknya merespon dengan operasi intelejen hingga ditemukan adanya dugaan pelanggaran. Langkah selanjutnya kejaksaan melakukan penyelidikan dan kemudian ditingkatkan pada tahap penyidikan.

Asep Sontani Sunarya menyatakan proyek yang sudah berjalan selama kurang lebih tujuh tahun itu sangat sulit untuk mengetahui kerugian nehara. Untuk itu pihaknya bekerjasama dengan BPKP untuk menghitung besaran kerugian. Berdasarkan penghitungan BPKP, kerugian yang ditemukan mencapai Rp717 juta dari total nilai proyek Rp3,9 milyar.

Lebih lanjut Kajari menyatakan untuk sampai pada proses penetapan tersangka, tim kejaksaan bekerja mulai Januari-Desember 2019. "Dengan memiliki alat bukti yang cukup akhirnya MN dan dan SR, kita tetapkan sebagai tersangka," ungkapnya.

Terkait apakah akan ada tersangka lain, Kajari Pringsewu menyatakan belum bisa memastikan, tergantung hasil penyidikan lebih lanjut. Ia menambahkan untuk proses penahanan tentu menjadi kewenangan penyidik. Langkah selanjutnya tambah Asep, akan segera melakukan pemeriksaan kepada kedua tersangka.

Terakit kasus KONI, Kajari Pringsewu mengaku masih dalam tahap penyelidikan. Menurutnya dari indikasi awal pemeriksaan para cabor memang ada indikasi pelanggaran anggaran bantuan KONI.

“Yang jelas untuk masalah KONI Pringsewu masih proses penyelidikan. Kejaksaan harus mengungkap kebenaran matetial. Oleh karena itu para cabor dalam waktu dekat akan dipanggil kembali untuk meyakinkan hasil pemeriksaan sebelumnya.”

Kajari juga menyampaikan keberhasilan kinerja aparatnya selama 2019. Kejari Pringswru melaksanakan tata kelola yang baik seperti peningkatan, akuntabilitas organisasi, melaksanakan penyelengaraan pemerintah bebas dari KKN dan meningkatkan pelayanan publik.

“Dalam kasus perdata, Kejari Pringsewu berhasil mengembalikan uang negara Rp139 juta. Jumlah ini jauh lebih kecil jika dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp600 jutaan.”

 

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar