#kriminalitas#hukum

Kejahatan Konvensional Mendominasi Kasus Kriminalitas di Lamtim Sepanjang 2019

( kata)
Kejahatan Konvensional Mendominasi Kasus Kriminalitas di Lamtim Sepanjang 2019
Kapolres Lamtim AKBP Wawan Setiawan saat menyampaikan konferensi pers akhir tahun 2019 di aula Sat Reskrim polres setempat, Senin, 30 Desember 2019. Lampost.co/Djoni Hartawan Jaya

Sukadana (Lampost.co) -- Kejahatan konvensional mendominasi kasus yang terjadi di wilayah hukum Kepolisian Resor (Polres) Lampung Timur sepanjang 2019. Dari 510 kasus yang ditangani, 403 di antaranya merupakan kejahatan konvensional.

“Total tindak kriminalitas yang terjadi di Lamtim pada 2019 mencapai 510 kasus. Dari 510 tindak pidana kriminalitas tersebut yang sudah ditangani dan dapat diselesaikan jajaran Polres Lamtim mencapai 379 kasus,” ujar Kapolres Lamtim AKBP Wawan Setiawan saat menyampaikan konferensi pers akhir 2019 di aula Sat Reskrim, Senin, 30 Desember 2019.

Dia menjelaskan ke-510 kasus tindak kriminalitas tersebut terdiri dari kejahatan konvensional 403 kasus dan yang sudah ditangani serta diselesaikan 273 kasus. Kemudian 104 kejahatan transaksional dan seluruhnya sudah ditangani dan diselesaikan. Lalu tiga kasus kejahatan terhadap kekayaan negara dan 2 di antaranya sudah ditangani dan diselesaikan.

Dia menambahkan untuk tindak kejahatan curas, curat, dan curanmor (C3) pada 2019 tercatat total 191 kasus dan 168 di antaranya sudah ditangani serta diselesaikan.

“Ke-191 kasus C3 tersebut terdiri dari 36 kasus curas dan sudah ditangani serta diselesaikan sejumlah 48 kasus, kemudian 142 kasus curat dan 115 sudah ditangani serta diselesaikan, lalu 13 curanmor dan 5 sudah ditangani serta diselesaikan,” katanya.

Sementara untuk kecelakaan lalu lintas pada 2019 tercatat 179 kasus dengan korban meninggal dunia mencapai 43 orang, luka berat 119 orang, dan luka ringan 115 orang. Dari jumlah total kecelakaan lalu lintas pada 2019 itu, kerugiaan materiel diperkirakan mencapai Rp605,053 juta.

Kapolres menambahkan untuk menekan tindak kriminalitas dan lakalantas di wilayah hukum Polres Lamtim, pihaknya antara lain sudah melaksanakan pembentukan zona bebas narkoba, anjau silau, rembuk pekon, peran fungsi intelijen polsek, polres, dan polda.

“Kemudian penegakan hukum secara tegas terhadap pelaku kejahatan, program Satu Desa Satu Bhabinkamtibmas, mengoptimalkan kring serse tingkat polda hingga polsek, kegiatan kepolisian yang ditingkatkan yang difoikuskan ke kasus C3 serta peyalahgunaan senjata api dan kejahatan jalanan, dan lain-lain,” katanya.

AKBP Wawan juga berharap dan mengimbau masyarakat Lamtim agar dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman dan gangguan kamtibmas, lapor ke petugas jika ada orang yang mencurigakan atau melihat suatu kejadian, bersedia menjadi saksi terhadap suatu tindak kejahatan yang dilihat, tidak mudah terprovokasi atas hasutan dari pihak tertentu, dan lain-lain.

Dia menambahkan Polri akan terus berupaya maksimal melaksanakan tugas pokoknya dalam memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) dan penegakan hukum, serta dengan obyektif dan konsekuen melakukan tindakan tegas kepada oknum–oknum Polri yang terbukti melakukan penyimpangan.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar