#Kejagung#Buronan#Korupsi#Tipikor

Kejagung Tangkap Buron Korupsi Pembangunan Fasilitas Pelabuhan

( kata)
Kejagung Tangkap Buron Korupsi Pembangunan Fasilitas Pelabuhan
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan. Foto: Theofilus Ifan Sucipto/Medcom.id


Makassar (Lampost.co) -- Buronan perkara korupsi fasilitas Pelabuhan Awerange Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Oenardi alias Ayong ditangkap tim gabungan Kejaksaan Kamis, 19 November 2020. Ayong ditangkap di Perumahan Taman Toraja Jalan Danau Poso, Kota Makassar tanpa perlawanan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono, mengatakan Ayong merupakan buronan perkara tindak pidana korupsi Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Awerange Tahap I Tahun Aanggaran 2005 di Kabupaten Barru yang merugikan negara Rp300 juta. Ayong adalah Direktur PT Ardywira Primakarsa.

"Ayong merupakan buronan ke 113 di tahun 2020 yang berhasil ditangkap oleh Tim Tabur Kejaksaan RI dari berbagai wilayah, baik kategori tersangka, terdakwa maupun terpidana," kata Hari dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 21 November 2020.

Ayong divonis bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama melanggar pasal 3 UU Tipikor Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dengan pidana penjara selama 2 tahun. Vonis juga sesuai dengan putusan Mahkamah Agung Nomor: 254 K/ Pid.Sus/ 2011 tanggal 27 Mei 2011.

Namun saat dipanggil tiga kali berturut-turut Ayong tak kunjung memenuhi panggilan Jaksa untuk hadir ke Kantor Kejaksaan Negeri Barru. Dia menghilang dan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan dinyatakan buron.

Program Tangkap Buronan (Tabur) 3.11 digulirkan oleh Bidang Intelijen Kejaksaan RI untuk memburu buronan pelaku kejahatan, baik yang masuk DPO Kejaksaan maupun instansi penegak hukum lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia.

"Melalui program ini, kami menyampaikan pesan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan," kata Hari.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar