#kejagung

Kejagung Larang Terdakwa Pakai Atribut Keagamaan di Persidangan

( kata)
Kejagung Larang Terdakwa Pakai Atribut Keagamaan di Persidangan
Jaksa Agung ST Burhanuddin/Istimewa


Jakarta (Lampost.co) -- Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin meminta jaksa penuntut umum tidak menghadirkan terdakwa ke ruang sidang dengan atribut keagamaan yang tidak digunakan sebelumnya. Hal itu untuk menghindari kesan penggunaan atribut keagamaan hanya digunakan pada momen tertentu saja.


"Jangan sampai ada kesan yang melakukan tindak pidana hanya (umat) agama tertentu, dan seolah-olah alim pada saat disidangkan," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung) Ketut Sumedana saat dikonfirmasi, Selasa, 17 Mei 2022.

Menurut Ketut, imbauan tersebut disampaikan Jaksa Agung saat halalbihalal pada Senin, 9 Mei 2022. Imbauan itu akan dituangkan dalam bentuk surat edaran dan ditujukan ke seluruh kantor Kejaksaan di seluruh Indonesia.

"Kami nanti samakan semua yang penting berpakaian sopan," jelas Ketut.

Burhanuddin melarang anak buahnya untuk memfasilitasi terdakwa dengan atribut keagamaan seperti baju koko dan peci. Hal tersebut dibeberkan dalam YouTube, supaya tindakan itu tak merusak citra agama tertentu.

Salah satu contoh yang mengenakan atribut keagamaan di ruang sidang adalah bekas jaksa Pinangki Sirna Malasari. Terdakwa kasus suap, tindak pidana pencucian uang, dan permufkatan jahat terkait buronan kasus cessie Bank Bali Joko Tjandra. 

Saat ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani pemeriksaan penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khsusu (JAM-Pidsus) Kejagung, Pinangki belum mengenakan hijab.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar