#Jiwasraya#Kejagung

Kejagung Endus Pihak Lain di Kasus Jiwasraya

( kata)
Kejagung Endus Pihak Lain di Kasus Jiwasraya
PT Asuransi Jiwasyara. Foto: MI/Ramdani

Jakarta (Lampost.co) -- Kejaksaan Agung (Kejagung) mengamini adanya dugaan pihak-pihak lain terlibat dalam dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Penyidik masih mencari bukti-bukti tambahan untuk menjerat pihak tersebut.

“Masih dalam proses penyidikan,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono kepada Medcom.id, Jakarta, Jumat, 17 Januari 2020.

Hari menjawab diplomatis saat disinggung keterlibatan badan usaha milik negara (BUMN) atau swasta dalam skandal rasuah di perusahaan pelat merah itu. Dia meminta semua pihak bersabar untuk memberi waktu kepada penyidik untuk bekerja.

“(Keterlibatan swasta atau BUMN) kemungkinan bisa ada bisa tidak, diikuti dulu perkembangan penyidikannya,” tegas dia.

Menurut Hari, penyidik masih membutuhkan keterangan sejumlah saksi untuk membuat terang kasus ini. Hal ini termasuk memeriksa peran pihak lain dalam kasus yang telah menjerat lima tersangka tersebut.

“Kita gali keterangan para saksi nanti dijadwalkan pemeriksaan saksi lain," kata Hari.

Kejagung menetapkan lima tersangka kasus dugaan korupsi PT Jiwasraya. Kelimanya dijerat berdasarkan bukti yang cukup.

Status tersangka dikenakan kepada mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim; mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya, Syahmirwan; dan mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya; Hary Prasetyo. Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), Heru Hidayat; dan Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro; juga dijerat.

Kelima tersangka dikenakan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar