#nasional#korupsi-jiwasraya#kejaksaan-agung

Kejagung Diminta Kejar Aset Tersangka Korupsi Jiwasraya

( kata)
Kejagung Diminta Kejar Aset Tersangka Korupsi Jiwasraya
Ilustrasi - Medcom.id.

JAKARTA (Lampost.co) -- Kejaksaan Agung (Kejagung) diminta segera berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Ini dinilai penting untuk menelusuri lebih jauh kekayaan para tersangka korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero), baik atas nama pribadi atau menggunakan pihak lain.

"Aset atas nama orang lain itu bisa ditelusuri dan deliknya malah tambah, yakni delik pencucian uang. Selama uang itu masih dalam sistem perbankan Indonesia, itu bisa dilacak oleh PPATK karena semua transaksi lembaga keuangan harus lapor ke PPATK," kata pakar hukum pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar di Jakarta, Selasa, 4 Januari 2020.

Kejagung sejauh ini baru menetapkan 5 orang tersangka dalam kasus korupsi Jiwasraya. 2 di antaranya adalah pelaku pasar modal yakni Direktur Utama PT Hanson International Tbk (MYRX), Benny Tjokrosaputro; dan Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), Heru Hidayat.

Sementara 3 tersangka lain merupakan direksi lama Jiwasraya yakni Direktur Utama Jiwasraya periode 2008-2018, Hendrisman Rahim; Direktur Keuangan Jiwasraya, Hary Prasetyo; dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan.

Menurut Fickar, jajaran Kejagung harus segera memeriksa nama-nama yang diduga memiliki keterkaitan dengan para tersangka. Khususnya, pihak-pihak yang diduga mendapatkan keuntungan dari korupsi Jiwasraya.

Salah satunya, Direktur Utama PT Fortune Indonesia Tbk, Aris Boediharjo yang memiliki kedekatan khusus dengan Hendrisman Rahim dan Harry Prasetyo. Mereka disebut bersama-sama mengelola kafe bernuansa ‘Moge’ yakni Panhead Cafe.

Kemudian, mantan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Erry Firmansyah yang diduga memiliki kedekatan dengan Heru Hidayat lantaran sama-sama tercatat sebagai pemegang saham Aurora Investasi Indonesia atau manajer investasi.

"Sangat penting jika mantan pejabat bursa efek, otoritas dan nama-nama yang memiliki kedekatan dengan tersangka juga bisa dipanggil menjadi saksi. Ini untuk membongkar siapa saja yang terlibat dan upaya untuk menyita aset tersangka," ucap Fickar.

Sejauh ini, jajaran Kejagung juga sedang menelusuri dugaan keterlibatan oknum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam kasus dugaan korupsi Jiwasraya. Pekan lalu, Kejaksaan Agung telah memanggil sejumlah pejabat OJK.

Mereka yang digarap penyidik antara lain Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK, Riswinandi; Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen; Deputi Direktur Pengelolaan Investasi OJK, Halim Haryono; dan Arif Budiman yang diduga sebagai Deputi Direktur Pengawasan Transaksi Efek OJK.

 

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar