#covid-19#korona

Kehati-hatian Pemerintah Mengaplikasikan Vaksin AstraZeneca Patut Didukung

( kata)
Kehati-hatian Pemerintah Mengaplikasikan Vaksin AstraZeneca Patut Didukung
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. Dok


Jakarta (Lampost.co) -- Sikap kehati-hatian pemerintah dalam pengaplikasian vaksin Covid-19 produksi AstraZeneca patut didukung. Sebab, keselamatan masyarakat harus menjadi pertimbangan yang utama.

"Penundaan penggunaan vaksin Covid-19 produksi AstraZeneca merupakan langkah bijaksana, sambil terus memastikan keamanan vaksin tersebut," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 16 Maret 2021.

Lestari berharap, dalam waktu yang tidak terlalu lama akan keluar kepastian dari WHO. Mengingat 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca yang tiba di Indonesia pada 8 Maret lalu akan kadaluarsa pada Mei mendatang.

Rerie, sapaan akrab Lestari, mengungkapkan, ada sejumlah negara yang menghentikan sementara pengaplikasian vaksin Covid-19 AstraZeneca. Hal itu menyusul adanya laporan pembekuan darah pasien usai vaksinasi.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menilai, penundaan sementara pemberian vaksin tersebut selain untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, juga untuk mencegah munculnya ketidakpercayaan terhadap vaksin Covid-19.

Saat ini, dia berharap, pemerintah harus terbuka dan memberikan informasi dengan terang kepada publik mengenai vaksin AstraZeneca setelah laporan pembekuan darah itu.

Dia berharap, animo masyarakat yang saat ini sangat besar mengikuti vaksinasi jangan sampai kendur. Sebab, beredarnya informasi sesat mengenai vaksin AstraZeneca tersebut.

Atas kondisi itu, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) pun mengevaluasi vaksin AstraZeneca yang masuk Indonesia melalui dua jalur multilateral. Sementara penghentian penggunaan vaksin AstraZeneca tersebut tidak mengganggu kelancaran proses vaksinasi nasional yang sedang berjalan.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar