pilkadabawaslupelanggaran

Kedua Kubu Saling Bantah Pernyataan di Sidang Bawaslu

( kata)
Kedua Kubu Saling Bantah Pernyataan di Sidang Bawaslu
Ketua Majelis Sidang Bawaslu Provinsi Lampung Fatikhatul Khoiriyah


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Bawaslu Lampung kembali menggelar sidang dugaan pelanggaran administrasi yang terstruktur sistematis dan masif (TSM) di Bandar Lampung, dengan agenda penyampaian kesimpulan di Bukit Randu, Rabu, 30 Desember 2020.

Kuasa hukum terlapor paslon Wali Kota Bandar Lampung nomor urut 03 Eva-Deddy, Fuzi Heri mengatakan pihaknya menolak semua laporan yang disampikan pelapor paslon nomor urut 02 Yusuf-Tulus karena gugatan yang diajukan dianggap keliru.

"Mencermati keseluruhan gugatan pemohon, dapat dikatakan gugatan pemohon keliru atau salah alamat. Dengan alasan, dalil yang disampaikan secara umum mempersoalkan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Bandar Lampung," ujarnya.

Menurutnya paslon Eva-Deddy bukanlah sebagai Petahana. Oleh karena itu dalil pemohon yang menyebutkan bahwa terlapor diuntungkan oleh kebijakan Wali Kota patut dibuktikan secara kumulatif atau keseluruhan oleh pemohon.

"Dalil-dalil yang disampaikan di persidangan semuanya salah dan tidak terbukti adanya tindakan TSM ataupaun politik yang terjadi, saya kira majelis pemeriksa tahu dan lebih paham," katanya.

Sementara itu kuasa kukum pelapor, Gugum M Ridho Putra mengatakan pasangan calon nomor urut 03 Eva -Deddy memperloleh manfaat atas TSM yang terjadi di Bandar Lampung.

"Saksi-saksi terlapor yang dihadirkan tidak bisa membantah atas pertanyaan yang diajukan dalam persidangan, ini jelas paslon 03 diuntungkan atas TSM yang terjadi," katanya.

Ketua Majelis Sidang Bawaslu Provinsi Lampung Fatikhatul Khoiriyah, dalam persidangan menerima penyampaian kesimpulan secara tertulis kedua belah pihak. Pihaknya akan memutuskan berdasarkan keyakinan yang telah dikumpulkan selama  persidangan.

"Putusan pada 6 Januari 2021, bila ada perubahan akan kami sampaikan secara resmi kepada kedua belah pihak waktu dan tempatnya dengan agenda pembacaan putusan oleh majelis hakim," ujarnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar