demopetani

Kecewa Kualitas Bibit Kopi Jelek, Belasan Petani Demo Pemkab Lambar

( kata)
Kecewa Kualitas Bibit Kopi Jelek, Belasan Petani Demo Pemkab Lambar
Kelompok tani Pandawa Jaya Pekon Bahway unjuk rasa minta ganti bibit kopi. Eliyah

LIWA (Lampost.co) -- Belasan anggota kelompok tani Pandawa Jaya Pekon Bahway, Kecamatan Balikbukit, Lampung Barat melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Lambar, Kamis, 20 Februari 2020. Mereka mengkritisi buruknya kualitas bibit kopi bantuan pemerintah.

Belasan anggota kelompok tani itu melakukan unjuk rasa sambil membawa beberapa bibit kopi yang mereka terima dari hasil program pengadaan 2019 dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Lambar.

Koordinator unjuk rasa, Chaidir menyampaikan jika realisasi beberapa program Pemkab tidak memihak kepada masyarakat. Diantaranya pembagian bantuan bibit kopi senilai Rp4 miliar yang diberikan kepada kelompok tani. Dimana bantuan bibit yang diterima pihaknya sebagai salahsatu kelompok penerima program yaitu mendapat bibit kopi yang kualitasnya jelek dan banyak yang mati sehingga merugikan petani.

"Karena itu kami minta agar bibit tersebut diganti dengan yang lebih berkualitas," kata dia.

Selain mengkritisi bibit kopi itu, ia juga mempertanyakan beberapa program lainya seperti pengembangan tanaman tembakau, pengadaan pupuk organik dan benih. Lalu pengadaan unit mesin alat uji kir yang hingga saat ini belum bisa dioperasikan untuk melaksanakan pelayanan. 

"Kami minta bibit kopi ini diganti. Sebab bagaimana bisa hidup jika kualitasnya jelek dan bagaimana hasilnya meningkat jika kondisinya tidak berkualitas," tambahnya.

Mereka diterima oleh Sekkab Akmal Abdul Nasir didampingi asisten II Ismet Inoni. Setelah menyampaikan orasinya, para peserta aksi lalu menyerahkan satu kotak bibit kopi kepada Sekkab Akmal di depan kantor bupati.

Kepada para unjuk rasa itu, Akmal mengatakan akan mempelajari dulu seperti apa permasalahanya. "Akan kita pelajari dulu seperti apa permasalahan yang terjadi sebenarnya," kata Akmal.

Usai menyerahkan bibit itu, selanjutnya para peserta unjuk rasa melanjutkan aksinya ke kantor DPRD. Disana mereka diterima oleh Kabag Humas Sudirman sebab seluruh anggota Dewan sedang memasuki masa reses/ diluar kantor.

Disana para unjuk rasa juga melakukan hal yang sama. Mereka datang hanya menyampaikan orasi, tidak ada permintaan untuk berdialog.

Winarko



Berita Terkait



Komentar