zonarawannarkobametro

Kecamatan Metro Pusat Masuk Zona Merah Rawan Narkoba

( kata)
Kecamatan Metro Pusat Masuk Zona Merah Rawan Narkoba
Foto Dok

METRO (Lampost.co) -- Kecamatan Metro Pusat masuk dalam daftar wilayah zona Rawan Penyalahgunaan Narkotika (RPN) di Kota Metro. Hal itu terungkap dalam press conference yang digelar BNN Kota Metro, Senin, 30 Desember 2019.

Kepala BNN Metro Saut Siahaan mengatakan Metro kini ada tiga kecamatan yang masuk dalam daftar RPN. Terbaru adalah Kecamatan Metro Pusat.

"Sebelumnya yang masuk zona rawan narkotika di Metro adalah Kecamatan Metro Barat dan Metro Timur. Tapi saat ini tren tersebut bergeser ke Kecamatan Metro Pusat, dan kita sudah petakan wilayah baru rawan penyalahgunaan narkotika di Metro Pusat," katanya.

Saut juga mengungkapkan bahwa indikator zona RPN tersebut dinilai atas kerap ditemukannya penyalahguna narkotika di wilayah Pusat Kota.

"Indikasinya adalah bayaknya pelaku penyalahgunaan narkoba yang diamankan di kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat. Selain di kelurahan itu, juga terdapat kelurahan-kelurahan lainnya di Metro Pusat," katanya.

Pihaknya juga mengaku telah melakukan berbagai upaya pencegahan khususnya sosialisasi guna menekan angka penyalahgunaan narkotika di Bumi Sai Wawai.

"Dalam aspek pencegahan tang merupakan bagian dari demand reduction, BNN Kota Metro telah melaksanakan berbagai program dan kegiatan. Diantaranya adalah program penyelenggaraan advokasi pembangunan berwawasan anti narkoba," tambahnya.

Dalam kesempatan itu Saut mengungkapkan pihaknya merehabilitasi 23 penyalahguna narkotika. Diakuinya, sepanjang 2019 terdapat 23 orang penyalahguna narkoba yang menjalani rehabilitasi di BNN Metro. Ke-23 orang tersebut terbagi atas 19 orang penyalahguna narkoba jenis sabu, 2 orang penyalahguna ganja dan 2 orang penyalahguna tembakau gorila.

 

Winarko



Berita Terkait



Komentar