#kampung#desa

Kecamatan Mediasi Kisruh Desa Sabahbalau

( kata)
Kecamatan Mediasi Kisruh Desa Sabahbalau
Camat Tanjungbintang Hendri Hatta ditemani Kapolsek Tanjungbintang Kompol Faria Arista beserta Forkopimcam saat memediasi BPD dan Kades Sabahbalau di ruang Camat Tanjungbintang Lampung Selatan, Senin, 11 April 2022. Lampost.co/Sukisno


Kalianda (Lampost.co) -- Camat Tanjungbintang Hendry Hatta melakukan mediasi penyelesaian konflik yang terjadi antara Kepala Desa (Kades) Sabahbalau dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat, Senin, 11 April 2022.

Turut hadir dalam mediasi Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Dicky Yuricki, Inspektur Pembantu (Irban) V Khairul Anwar, Kapolsek Tanjungbintang Kompol Faria Arista, serta Danramil Tanjungbintang Kapten Inf. Ujang Chaerudin yang diwakili oleh Serma Dwi Laksono.

Baca juga: Puluhan Warga Desa Sabahbalau di Lamsel Unjuk Rasa Tuntut Kades Mundur

Camat Tanjungbintang Hendri Hatta mengatakan, pihaknya memfasilitasi mediasi ini dengan harapan persoalan di Desa Sabahbalau segera selesai.

"Harapannya bisa dikembalikan ke desa dengan musyawarah, hadirkan semua BPD, semua tokoh, jangan sampai ada perdebatan lagi," Kata Hendri.

Mantan Sekdes Sabahbalau, Sukadi mengaku akan legowo apabila pemberhentiannya sebagai sekdes sudah sah secara administrasi. Sebab menurutnya, ia diberhentikan dari sekdes hanya secara lisan dan tak pernah mendapat surat pemberhentian.

"Sebelumnya saya memang pernah mendapat teguran, tapi itu menurut saya tak mendasar. Saya diberhentikan kemungkinan karena saya tidak mau menandatangani Surat Pertanggungjawaban (SPJ) 2020-2021, itu karena saya takut tak mau dibawa-bawa apabila ada temuan dari inspektorat, dan saya juga menyayangkan pemeriksaan Inspektorat saat itu tidak maksimal," ujarnya.

Wakil Ketua BPD Bambang Irawan mengatakan, permasalahan di Desa Sabahbalau dinilai karena ketidakberanian Kades Sabahbalau dalam menyelesaikan masalah.

"Seharusnya Pak Kades sebelum masalah ini mencuat hingga di demo warga harusnya segera kumpulkan semua tokoh kumpul di balai desa ajak musyawarah mufakat, bukan malah lari. Kalau setelah ini kades tidak ada itikad baik untuk bermusyawarah atau mengumpulkan di balai desa jangan salahkan warga apabila nanti ada gelombang gerakan kembali," ujarnya.

Sementara Kades Sabahbalau, Pujianto menyampaikan permohonan maaf apabila selama dirinya menjabat belum bisa memberikan pelayanan yang maksimal di mata warga Desa Sabahbalau.

"Saya ini bukan malaikat yang tak luput dari kesalahan. Saya sebagai Kepala Desa Sabahbalau pastinya menginginkan yang terbaik terutama untuk kemajuan desa saya. Waktu itu saya sulit ditemui karena memang ada kesibukan, sering pergi ke Kalianda untuk melobi-lobi keatas bagaimana caranya Desa Sabahbalau ini bisa maju," jelasnya.

Inspektur Pembantu (Irban) V, Khairul Anwar menambahkan, bahwa pemeriksaan di Desa Sabahbalau sebelumnya memang ada penundaan. Pasalnya, pihak Inspektorat tak ingin jika dalam pemeriksaannya diawasi oleh satu pihak saja.

"Kami Inspektorat netral, tidak memihak kepada pihak pelapor maupun yang dilaporkan. Semua laporan sudah diperiksa, akan tetapi kami tidak bisa memberikan hasilnya, dan hasilnya kami berikan kepada bupati," ungkapnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar