#SulamTapis#Lampung

Kecamatan Abung Semuli Dikembangkan Menjadi Wilayah Sentra Tapis

( kata)
Kecamatan Abung Semuli Dikembangkan Menjadi Wilayah Sentra Tapis
Kasi Industri Kerajinan Kreatif, Bidang Perindustrian, Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian (Dinka UMKMP) Kabupaten Lampung Utara Retno Harini, melihat kreasi tapis saat pelatihan kerajinan sulam tapis di Kecamatan Abung Semuli/LAMPUNG POST/YUDHI H


Kotabumi (Lampost.co): Seni kerajinan sulam tapis Lampung di Kabupaten Lampung Utara semakin meredup. Penyebabnya, bukan karena  lunturnya kekaguman masyarakat  akan keunikan motif kerajinan sulam tapis itu. Tapi, rendahnya minat generasi muda untuk peduli akan kelestarian seni tradisi kerajinan sulam tapis warisan leluhur mereka.

"Hilangnya minat generasi muda untuk peduli akan seni kerajinan tapis telah lama menjadi keprihatinan kami.  Karenanya, pelatihan yang di gelar sebelumnya dengan menyertakan 25 peserta sulam tapis di 2020 ini, kami ambil dari generasi muda dari Kecamatan Abung Semuli dengan harapan wilayah tersebut akan menjadi kawasan sentra pengembangan sulam tapis di Lampung Utara," ujar  Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian, Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian (Dinka UMKMP) Kabupaten Lampung Utara, Darius Zulkarnaen, di ruang kerjanya, Senin, 7 Desember 2020.

Untuk pelatihan sulam tapis,  di gelar pada Senin (21-11) s/d Kamis (26-11) lalu, diikuti 25 peserta muda dari tiga desa, yakni; Desa Semuli Jaya, Semuli Raya dan Suka Maju, Kecamatan Abung Semuli. Setelah itu, pelatihan sulam tapis  itu berlanjut pada pembuatan souvenir atau kerajinan tangan berbahan tapis mulai Jumat (28-11) s/d Senin (30-11).

"Pembuatan kerajinan tangan berbahan rajutan tapis, seperti; bros perempuan, maker, gantungan kunci lebih sederhana jika di banding dengan pembuatan sulam tapis dan pangsa pasar untuk kerajinan tangan itu, lebih luas," tuturnya.

Untuk kerajinan tangan berbahan rajutan tapis, peserta pelatihan didampingi pengrajin souvenir tapis dari Tinakraf di Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi. 

"Hasil dari kerajinan tangan yang di buat peserta pelatihan pembuatan sulam tapis di tampung oleh pengrajin souvenir untuk dipasarkan " tuturnya menambahkan.

Bila telah mahir, dia berharap, selain menampilkan hasil kreasi sulaman tapis dengan motif-motif baru, peserta pelatihan dapat membuka usaha sulam tapis untuk menggerakkan ekonomi di tingkat mikro kecil di bidang industri kreatif di wilayahnya. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar