#pesisir#banten#lampung#kecadangan

Kecadangan

( kata)
Kecadangan
Dokumentasi Lampost.co

SEGALA sesuatu yang rusak akan membawa kerusakan, sebab kerusakan itu bukan datang serta-merta. Sifat perusak manusia membuat kerusakan alam, sehingga berdampak balik ke manusia lagi. Sebab, manusia diberi tugas sebagai khalifah atau pengelola dunia dan alam oleh Sang Pencipta.

"Jadi, setiap kecadangan jadi bitian unyinni kham, lagi ingkah miwang gawoh (Memang setiap musibah atau kerusakan menjadi bahan evaluasi kita, bukan hanya menangis saja)." Begitu Kacung mendengarkan ceramah ustaz tersohor di YouTube pada smartphone-nya di belakang rumah majikannya.

Kacung pun menonton video selanjutnya yakni bencana tsunami di Banten dan Lampung. Begitu luar biasanya kejadian yang memakan korban jiwa ratusan orang itu, termasuk ada cerita mukjizat dari para penghafal Quran yang selamat di vila area pesisir Banten.

Tiba-tiba datang sahabatnya sembari membawa kopi dan roti dalam stoples. "Isek ngopo toh bang? Ini kopi sama kuenya dari majikan," kata Inem. "Ayo bang, ini mumpung majikan masih baik hati ini. Ojo nonton wae."

Kacung pun menatap sahabatnya, kemudian berkomentar. "Ai niku Nem. Kok serbasalah. Majikan baik dikomentari, majikan jahat diam saja," kata Kacung. "Ini lo setelah nonton ceramah ustaz, kok langsung nyambung ke tsunami kiriman salah satu laman media massa terkemuka."

Kacung melanjutkan walau kurang paham dengan istilah-istilah yang ditulis. Tapi dia mengaku video bencana itu nyambung dengan cramah ustaz. "Jadi, bencana itu memang kesalahan manusia, jangan menyalahkan Tuhan. Kerusakan bumi itu yang membuat manusia kan?" ujarnya.

"Harus dibuat evaluasi agar korban dari bencana itu tidak banyak dan bukan orang-orang yang tidak berdosa ikut jadi korban."

Inem pun ikut membahasnya, memang harus dicari solusi agar bencana yang akan datang tidak lagi menimbulkan korban jiwa banyak. "Bener iku Bang, sing ngerusak dunyo sopo, kok sing dadi korban sopo. Ojo nganti keulang meneh," kata Inem. "Ayo Bang kita berdoa, biar bencana ini membuat orang menjadi lebih baik menjaga alamnya."

"Iya Nem, mudah-mudahan kerusakan yang dilakukan dulu sudah dihapus dengan bencana ini. Jadi yang tinggal adalah kebaikan," jawab Kacung. "Senangun kheno, kik kecadangano jadi bitian kham unyin kenyin mbuyun." Astagfirullah.

Mustaan Basran, Wartawan Lampung Post



Berita Terkait



Komentar