#rth#ruangterbukahijau#beritalampung

Kebutuhan RTH di Bandar Lampung Baru Terpenuhi 11,08 Persen

( kata)
Kebutuhan RTH di Bandar Lampung Baru Terpenuhi 11,08 Persen
Ilustrasi. Foto: Dok/MTVN

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pesatnya pembangunan Kota Bandar Lampung bagai dua sisi mata pisau. Menjulangnya infrastuktur mulai dari hotel hingga pabrik yang meningkatkan perekonomian. Namun, keberadaan pohon-pohon beton itu juga harus menghilangkan pohon yang sesungguhnya.

Berdasarkan data dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Bandar Lampung saat ini jumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) hanya berkisar 11,08 persen dari 30 persen kebutuhan RTH. Untuk pembagiannya sendiri, RTH dibagi menjadi RTH publik dan RTH privat.

Kepala Disperkim Yustam Effendi melalui Kepala Bidang (Kabid) Tata Ruang dan Perumahan Erwansyah mengatakan untuk jumlah ideal RTH publik sebesar 20 persen merujuk Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan. “Jumlah persentase RTH tidak bertambah sejak tahun 2014 lalu,” kata Erwansyah,  saat ditemui diruangannya, Senin (13/5/2019).

Dia menjelaskan, untuk menambah jumlah RTH di Kota Tapis Berseri pihaknya memanfaatkan sarana dan prasarana pada tiap perumahan. Pembuatan RTH juga menjadi syarat wajib bagi pengembang perumahan agar mendapatkan izin. “Nantinya setelah pembangunan RTH selesai, pengembang menyerahkannya kepada kami (Pemkot) yang otomatis aset daerah,” jelasnya.

Mengacu Permen-PU Nomor 05/PRT/M/2008, pengelola RTH publik idealnya adalah pemerintah daerah. Pemda, sambung dia, bisa memperoleh sumber lahannya dari aset pemda sendiri, pihak swasta, atau masyarakat.

Untuk saat ini, sambung Erwansyah, yang merupakan RTH publik milik pemkot yakni Lapangan Kalpataru Kemiling, Lapangan Baruna Ria Panjang, Kawasan Register Batu Putu, dan ruas median jalan yang ditumbuhi pepohonan.

 

Deta Citrawan



Berita Terkait



Komentar