#parkir#transportasi#beritalampung

Kebutuhan Kantung Parkir Perlu Jadi Perhatian

( kata)
Kebutuhan Kantung Parkir Perlu Jadi Perhatian
Dokumentasi Pixabay.com

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Banyaknya parkir kendaraan yang kerap harus sampai memakan badan jalan sebagai lahan parkir menjadi perhatian khusus di Kota Bandar Lampung.  Di kota yang berjuluk kota tapis berseri itu masih banyak ditemukannya tindakan parkir kendaraan secara liar bahkan kerap dapat menimbulkan kemacetan pada jam-jam tertentu.
 
Peneliti Transportasi Universitas Lampung, Dwi Harianto menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Bandar Lampung yang semakin pesat tidak dibarengin dengan penyiapan lahan yang diperuntukkan sebagai tempat parkir.  “Saya pernah survey dilingkungan Way Halim, bahwa minimal setiap rumah memiliki kendaraan motor dua. Artinya rata-rata warga Bandar Lampung semua memiliki kendaraan, dan ini tidak diantisipasi dengan kesiapan lahan parkir,” ujarnya, Rabu (19/12/2018).

Dwi Harianto menjelaskan dalam Undang-Undang no 22 tahun 2009, salah satu izin untuk mndirikan bangunan adalah andalalin, dan ini point cukup besar dinilai pada lahan parkir.  “Salah satu contohnya di Bandar Lampung banyak Bank dan karaoke yang menggunakan ruko, sedangkan kapasitas parkir ruko sangat terbatas.  Dan seluruh warga yang datang menggunakan kendaraan pribadi,” lanjutnya.
 
Sehingga dalam hal ini, Pemerintah setempat harus memberikan tindakan tegas terhadap prosedur pengeluaran rekomendasi andalalin tersebut.  Sementara itu Dinas Perhubungan (Dishub) sebagai linisektor dalam prosedur rekomendasi andalalin tersebut harus lebih memperhatikan.

“Yang harus menjadi konsen saat ini adalah pengajuan dari pihak pengusaha untuk membangun suatu bangunan, sebab andalalin merupakan salah satu syarat adanya IMB. Harusnya bagi ruko-ruko yang disewa sebagai tempat usaha yang lahan parkirnya tidak sesuai, Pemerintah setempat bisa menyetop izin sewa bangunan itu,” jelasnya.  
 
Menurutnya, Undang-Undang mengenai andalalin tersebut mengacu pada untuk pengajuan pembuatan bangunan baru. Maka kajian andalalin dapat dilaksanakan oleh Satuan Kerja (Satker) terkait.  “Andalalin tidat mengahambat pembangunan, tapi paling tidak masyarakat dapat terlayani dengan baik dalam pemberian pelayanan sebagai pengguna jalan raya,” tutupnya.  

 

 

Deta Citrawan



Berita Terkait



Komentar