#wisatalampung#liburan#beritalambar

Kebun Raya Liwa Batasi Jumlah Pengunjung di Musim Libur Panjang

( kata)
Kebun Raya Liwa Batasi Jumlah Pengunjung di Musim Libur Panjang
Kebun Raya Liwa. Foto: Dok


Liwa (Lampost.co): Dalam rangka mengantisipasi penularan wabah covid-19 pada klaster destinasi wisata di kawasan Kebun Raya Liwa (KRL), pengelola KRL setempat pada libur panjang akhir Oktober mendatang akan membatasi jumlah pengunjung hingga 50%.

"Kita akan membatasi jumlah pengunjung sesuai ketentuan yaitu 50% dari kapasitas yang ada," kata kepala UPT KRL Sukimin mendampingi Kepala Balitang Lambar Noviardi Kuswan, Minggu, 25 Oktober 2020.

Selain membatasi jumlah pengunjung hingga 50% itu, pihaknya juga akan menambah petugas piket yang akan melaksanakan tugas pemeriksaan, pengawasan untuk memaksimalkan upaya penerapan protokol kesehatan covid-19 dalam kawasan KRL.

"Pada hari-hari biasa kami hanya menugaskan dua orang untuk melakukan pemeriksaan dan pengawasan guna penegakan Prokes kepada pengunjung namun pada libur diakhir Oktober nanti kita akan kerahkan 5-6 petugas," tambah dia.

Selain akan membatasi jumlah pengunjung dan akan mengerahkan 5-6 petugas/hari itu, pihaknya juga telah menyiapkan alat pengecekan suhu tubuh dan sarana cuci tangan sebanyak tiga titik.

Kemudian juga telah dipasang banner yang berisi tentang informasi protokol kesehatan. Yang jelas lanjut dia, pengunjung yang datang ke KRL nantinya diwajibkan melakukan 3M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dan menerapkan fhysikal distancing selama berada di area lokasi KRL itu.

"Masyarakat yang akan berkunjung ke KRL itu nantinya diharuskan mematuhi 3M, baik anak-anak maupun dewasa dan suhu tubuhnya akan diperiksa dengan ketentuan tidak lebih dari 37°C selama berada di dalam lokasi KRL,” tambah dia.

Soal kapasitas pengunjung di KRL, kata dia, yaitu sebanyak 15 ribu orang/hari. Terkait kapasitas pengunjung pihaknya akan  mengantisipasinya dengan cara melakukan pembatasan.

Namun soal pembatasan ini maka pihaknya akan melihat fakta di lapangan pada pelaksanaan kunjunganya nanti. Jika memang pengunjungnya terlalu ramai maka akan dibatasi sesuai kapasitas dan ketentuan yaitu maksimal 50% dari  kapasitas normal. 

Kapasitas normal kunjungan maksimal 15 ribu/hari. Karena itu, jika pengunjungnya memang sudah terlalu banyak hingga  melebihi kapasitas maksimal maka pembatasan akan dilaksanakan.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar