#kebakaran

Kebakaran di Menggala Diduga Akibat Korsleting Listrik

( kata)
Kebakaran di Menggala Diduga Akibat Korsleting Listrik
Ridwan korban kebakaran saat meratapi puing-puing rumahnya yang habis di lalap si jago merah. (Ferdi Irwanda).

MENGGALA (Lampost.co) -- Kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah semi permanen dan empat kendaraan roda dua di Lingkungan Talangtembesu, Kelurahan Menggala Selatan, Kecamatan Menggala, Tulangbawang, diduga akibat korsleting listrik.

Hal itu, dikatakan Kapolsek Menggala Iptu Zulkifli melalui Kasi Humas polsek setempat Aiptu Arnansah Kuntoro seusai mengecek lokasi kebakaran, Senin 11 November 2019 siang.

Baca juga:Rumah Semi Permanen di Menggala Ludes Dilahap Si Jago Merah

"Kalau keterangan anak korban, api diduga berasal dari konsleting listrik," kata Arnansah.

Arnan menuturkan, akibat kebakaran tersebut korban diperkirakan mengalami kerugian hingga ratusan juta. Musibah itu, selain meludeskan rumah dan empat kendaraan bermotor serta jenset milik Ridwan. Api turut membakar dua rumah yang berada tepat disisi kanan dan kiri lokasi kebakaran.

"Kerugian diperkirakan ratusan juta, karena ada empat motor, rumah milik korban dua kan kebakar," kata dia.

Menurut Jonsi salah satu warga yang berada di lokasi, peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 9.50 WIB disaat rumah sedang dalam keadaan kosong.

"Pas kejadian yang punya rumah lagi ke luar, tapi enggak tau kemana," kata dia di lokasi.

Dia mengatakan, peristiwa kebakaran itu diketahui lantaran sejumlah tetangga menjerit karena melihat asap tebal keluar dari arah belakang rumah korban.

"Tadi warga sekitar ini kan jerit-jerit kebakaran. Pas dilihat asap itam sudah ngepul, api sudah ngebakar rumah ini. Katanya api berasal dari arah belakang dapur rumah korban," katanya.

Api cepat menjalar, karena bangunan rumah terbuat dari kayu. Selain itu, kata dia, di dalam rumah berisikan kayu yang akan digunakan sebagai bahan bangunan.

"Gimana apinya enggak cepat besar. Emang lagi musim kemarau, semua garing. Di dalam rumah itu juga banyak, kasau, reng, dan kayu balok. Tinggi kobaran apinya aja tadi sampai 10 meteran lebih," katanya.

Sementara itu Ridwan korban keganasan si jago merah belum dapat dimintai keterangan. Ia nampak masih sok atas musibah yang menimpanya. Sembari membersihkan puing-puing rumah sisa kegananasan si jago merah.

Ridwan berucap lirih memberikan semangat kepada anggotanya keluarganya agar tabah atas musibah yang dialami.

"Bersyukur enggak ada yang mati. Masih harta yang habis, sabar. Harta bisa dicari lagi," kata Ridwan.

Winarko

Berita Terkait

Komentar