#lampung#metro#kebakaran

Kebakaran Lapak PKL Diduga dari Korsleting Listrik

( kata)
Kebakaran Lapak PKL Diduga dari Korsleting Listrik
Kapolsek Metro Pusat AKP, Suhardo saat memberikan keterangan terjadinya musibah kebakaran. Lampost.co/Suprayogi

Metro (Lampost) -- Kebakaran menghanguskan tiga lapak penampungan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan KH Yasin, Imopuro, Metro Pusat, Senin malam, sekitar pukul 20.00 WIB, diduga karena korsleting listrik. Kerugian akibat kejadian tersebut mencapai Rp100 juta.

Kapolsek Metro Pusat Ajun Komisaris Suhardo mengatakan tiga lapak yang terbakar merupakan milik Faisol, Erli, dan Muawan, ketiganya pedagang sepatu sandal. Kronologi kejadian bermula saat saksi Lukman, penjual kelontongan, sekitar pukul 20.00 WIB melihat ada api di pohon dekat kios milik Faisol. Api sudah menjalar ke lapak sebelahnya sehingga warga menghubungi petugas pemadam kebakaran (damkar).

Dia menjelaskan dari hasil identifikasi dan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), kebakaran diduga akibat adanya korsleting listrik. Api berhasil dipadamkan sekira pukul 21.50 WIB.

"Tidak ada korban jiwa. Kalau untuk kerugian materiil itu ditaksir sekitar Rp100 juta," katanya.

Sementara Dwiyanti, saksi mata lainnya, mengaku kobaran api begitu cepat dan besar yang diduga berasal dari salah satu lapak sandal. "Kami masih jualan, tahu-tahu api sudah besar saja," kata pedagang buah-buahan tepat di sebelah lapak yang nyaris terbakar.

Ia menambahkan api cepat dipadamkan karena pedagang langsung menghubungi petugas pemadam. "Ya beruntung kami tidak kena juga. Karena enggak lama itu pemadam datang. Cuma yang lapak tiga itu sudah hangus," ujarnya.

Dari insiden tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Metro menerjunkan tiga unit mobil pemadam kebakaran (damkar) untuk menjinakkan kebakaran. Kepala Satpol PP Kota Metro Imron mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran dari warga sekitar pukul 20.15 WIB. Kemudian langsung menerjunkan dua unit damkar ke lokasi.

Kemudian, kata Imron, ada penambahan lagi satu unit untuk membantu suplai air. Sekitar 35 menit api baru berhasil dijinakkan.

Muharram Candra Lugina

Berita Terkait

Komentar