Kebakaran
Kebakaran

Kebakaran di Pekon Paku Negara Sebabkan Kerugian Ratusan Juta

( kata)
Kebakaran di Pekon Paku Negara Sebabkan Kerugian Ratusan Juta
Foto. Dok

KRUI (Lampost.co) -- Kebakaran yang meludeskan dua rumah warga di Pekon Paku Negara Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, menyebabkan kerugian hingga ratusan juta.

Kapolsek Pesisir Selatan Iptu Sutaryo mengatakan, kebakaran yang diduga akibat kelalaian saat memasak menggunakan tungku kayu bakar tersebut menghanguskan rumah milik Ridwan Hakim (45), dan Subeno (52) pada Jumat 15 November 2019.

Sutaryo menjelaskan, dari keterangan para saksi, kebakaran itu terjadi ketika Zalna, istri dari Ridwan Hakim berpesan kepada Joni (anaknya) untuk memasak air di tungku yang ada di dapur rumah mereka , sekitar pukul 14.00 WIB.

Kemungkinan karena Joni lupa mengawasi bahwa Ia sedang memasak air, akibatnya api membesar dari tungku dan merambah, membakar bagian dapur rumah sekitar pukul 15.30 WIB. Pada saat itu salah satu saksi peristiwa tersebut, Widardi, melihat adanya kobakaran api yang berasal dari belakang rumah tetangganya tersebut.

"setelah melihat kobaran api membakar bagian dapur rumah milik Ridwan Hakim. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung berupaya untuk memadamkan api. Akan tetapi kobaran api kian membesar hingga merambat ke bagian samping rumah milik Subeno. Pemadaman api itu juga sempat dibantu petugas pemadam kebakaran (Damkar). Tetapi karena api terus membesar sehingga meludeskan dua rumah milik Ridwan Hakim dan Subeno,” kata kapolsek, Sabtu 16 November 2019.

Tindakan kepolisian, kata dia, cek TKP, mengkoordinasikan dengan damkar cabang Ngambur kabupaten Pesisir Barat untuk memadamkan api. Menurutnya, dari pendataan, akibat peristiwa itu masing masing korban mengalami kerugian material sebesar Rp100 juta.

"Untuk saat ini para korban dan keluarganya mengungsi tinggal di rumah sanak saudara mereka. Diimbau kepada masyarakat untuk tidak lalai dan berhati-hati, awas dan ingat terutama saat menggunakan atau menyalakan sumber api di rumah dan lingkungan mereka, agar peristiwa serupa tidak terulang," kata dia.

Winarko

Berita Terkait

Komentar