pilkadaTPS

Keakraban Dua TPS Berjajar di Dusun Gedungdalom dalam Pesta Demokrasi

( kata)
Keakraban Dua TPS Berjajar di Dusun Gedungdalom dalam Pesta Demokrasi
TPS 4 dan TPS 10 Dusun Gedungdalom, Desa Kurungan Nyawa, Kecamatan Gedongtataan, Pesawaran berjajar di pinggir jalan lintas barat Sumatera. Lampost.co/Adi Sunaryo


PESAWARAN (Lampost.co) -- Hanya berjarak tak sampai 1 km dari tugu perbatasan Kota Bandar Lampung dengan Kabupaten Pesawaran, berjajar dua tarup dengan hiasan kain menjuntai berwarna merah dan hijau bersebelahan di Dusun Gedungdalom, Desa Kurungannyawa, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran.

Di setiap tarup tersusun rapi kursi, bilik suara, kotak suara, dan petugas yang sudah berkemas rapi dengan perlengkapan alat pelindung diri (APD) berupa sarung tangan, masker, dan pelindung wajah, menanti kedatangan warga untuk menyalurkan hak pilih pada pemilihan bupati dan wakil bupati Pesawaran 2020.

Dua tempat pemungutan suara (TPS) yaitu TPS 4 dan TPS 10, Dusun Gedungdalom sengaja didirikan panitia bersebelahan tepat di jalur jalan lintas barat Sumatera, karena untuk memudahkan akses warga setempat menyalurkan hak pilihnya.

Warga berbondong-bondong dengan waktu yang berbeda-beda sesuai jadwal untuk menyalurkan hak pilih mereka melalui secarik surat suara.
Sejak jarum jam menujukkan pukul 07.00 WIB, kegiatan di TPS 4 dan TPS 10 Dusun Gedungdalom berlangsung. Sedetik itulah bupati dan wakil bupati Pesawaran terpilih ada di tangan rakyat.

Kedatangan warga yang antre dan tertib kompak memakai masker disambut cerat pancuran berdampingan dengan sabun di muka tarup TPS.

Warga yang datang diwajibkan membasuh kedua telapak tangan memakai sabun dengan dibilas air mengalir. Selanjutnya petugas memeriksa suhu tubuh dan memberikan sarung tangan, barulah warga yang datang dipersilahkan memasuki lokasi TPS dengan duduk kursi yang berjarak.

Suara nyaring terdengar dari pengeras suara memanggil satu demi satu warga yang akan menyalurkan hak pilihnya. Warga diberikan surat suara untuk memilih calon sesuai hati nurani di bilik suara. Setelah memilih, warga memasukan surat suara ke kotak suara dan selanjutnya ditetesi tinta sebagai tanda telah menyalurkan hak pilih oleh petugas KPPS. Selanjutnya, warga kembali ke kediaman masing-masing.

Bak keakraban yang kompak, kegiatan dua TPS yakni TPS 4 dan TPS 10 Gedungdalom beriringan dalam satu kegiatan yang sama.

Pemungutan suara pemilihan bupati dan wakil bupati Pesawaran terasa berbeda dari penyelenggaraan pilkada tahun-tahun sebelumnya. Pilkada 2020 yang digelar serentak oleh 8 kabupaten/kota di Lampung berada di tengah pandemi covid-19. Wabah virus yang sudah banyak menelan korban jiwa.

Ketua KPPS TPS 4 Gedungdalom, Hastuti Handayani, mengatakan pada pemilihan bupati dan wakil bupati Pesawaran 2020 ini, pihaknya memperketat penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus korona.

"Memang berbeda dari pemilu tahun-tahun sebelumnya. Sekarang mulai dari petugas di TPS dan warga harus menerapkan protokol kesehatan saat berada di TPS," kata Hastuti.

Senada diungkapkan Ketua KPPS TPS 10 Gedungdalom, Joni Eka Putra. Menurutnya, penyelenggaraan Pilkada 2020 menjadi tantangan tersendiri bagi anggota KPPS untuk mencegah penularan covid-9 sekaligus menyukseskan pemilihan bupati dan wakil bupati Pesawaran. Hal itu dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan pada setiap tahapan pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS.

"Tahap-tahapan pemungutan suara sampai penghitungan suara semua menerapkan protokol kesehatan. Untuk warga kita memberikan undangan dengan jadwal waktu yang berbeda-beda untuk menghindari kerumunan. Ada yang kami undang pukul 07.00--08.00, pukul 08.00--09.00, dan seterusnya. Ini semua dilakukan untuk menekan penyebaran covid-19," kata Joni.

Winarko







Berita Terkait



Komentar