#kawanangajah#bandarnegrisuoh#lingkungan

Kawanan Gajah Mendekati Permukiman Warga di Bandarnegeri Suoh

( kata)
Kawanan Gajah Mendekati Permukiman Warga di Bandarnegeri Suoh
Kawanan gajah yang mulai mendekati permukiman warga di Bandarnegeri Suoh. (DOK.UPT TNBBS)


Liwa (lampost.co)--Kawanan gajah liar kembali mendekati lahan dan permukiman warga, tepatnya di antara Pekon Gunungratu dan Pekon Hantatai, Kecamatan Bandarnegeri Suoh, Lampung Barat, Senin 16 Agustus 2021, sekitar pukul 22.00.

Kawanan gajah liar tersebut sempat dihalau petugas dan masyarakat. Menurut anggota Dewan setempat, Sugeng Hari Kinaryo Adi, yang ikut bersama  petugas dan masyarakat melakukan blokade, sekitar pukul 22.00 malam menjelang HUT RI posisi gajah sudah sekitar 250 meter dari jalan lintas Pemangku Way Heni menuju Pekon Gunungratu.

Ia bersama petugas dan sejumlah masyarakat ramai-ramai memblokade agar kawanan gajah itu tidak memasuki kawasan warga. 
Kemudian siang ini, Selasa, 17 Agustus 2021, posisi gajah masih berada di atas pemakaman Pekon Gunungratu. Warga bersama petugas masih berjaga-jaga untuk mengantisipasinya.

Kepala UPT TNBBS Resort Suoh, Sulki, mengatakan kawanan gajah kembali turun namun status poisisinya masih dalam kawasan yaitu sekitar gunung Loreng, Pemangku Way Heni Pekon Gunungratu. Jarak posisi gajah saat masuk mencari makan tadi malam sudah mendekati perbatasan dengan lahan masyarakat yaitu antara 300-500 meter lagi dari lahan warga.

Kalau dari pemukiman jaraknya masih sekitar 500 meter-1 km lagi. Dari pemukiman mendekati perbatasan masih terdapat lahan sawah.
"Karena pal batas kawasan dengan lahan warga itu ada yang seperti leter Z (zigzag), maka jarak peredaran gajah turun saat ini diperkirakan mencapai sekitar 300-500 meter lagi dari batas," kata dia.
Untuk mengantisipasi keberadaan gajah itu, pihaknya bersama seluruh petugas, baik kecamatan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan sejumlah masyarakat melakukan penghalauan dan blokade. Penghalauan dilakukan dengan cara menghidupkan mercon dan dentuman serta membuat api unggun di sekitar perbatasan agar gajah itu tidak mendekati perbatasan.
Pihaknya meminta agar masyarakat waspada, dan sementara tidak beraktivitas di kebun maupun sawah dulu.

Sri Agustina







Berita Terkait



Komentar