#gajah#beritalambar#konflikgajahmanusia

Kawanan Gajah Memasuki Lahan Petani di Lumbok Seminung

( kata)
Kawanan Gajah Memasuki Lahan Petani di Lumbok Seminung
Gajah liar yang masuk ke lahan pertanian warga di Lumbok Seminung merusak tanaman petani. Foto: Istimewa

Liwa (Lampost.co): Sejumlah gajah liar sejak Jumat (10 Juli 2020), malam—Sabtu (11 Juli 2020), kembali memasuki kawasan perkebunan petani di Pekon Kagungan, Kecamatan Lumbok Seminung, Lampung Barat.

Peratin Kagungan Ali Rahman mengatakan awalnya gajah itu masuk ke perkebunan masyarakat di Talangbijak dan Talangtuba, Pekon Kagungan sejak Jumat (10 Juli 2020), malam.

Dia menceritakan kawanan gajah liar itu awalnya memasuki kebun kopi milik Sudarmin. Setelah itu masuk ke kebun milik Dasrak. Pemilik kebun yang sempat menginap digubuk karena sedang musim panen kopi. Namun, karena adanya kedatangan gajah liar, petani pun langsung pulang ke pekon.

"Di kebun Dasrak itu gajah tersebut memakan sebatang kelapa, pisang, dan tanaman jagung. Untuk kerugian tidak banyak. Sebab tanaman yang rusak karena dimakan gajah itu cuma tanaman yang dilintasinya saja. Gajahnya lewat sambil mencari makan. Lokasi itu memang rutin tempat gajah lewat sambil mencari makan. Dari sini biasanya mengarah ke Padangcahya, lalu naik kembali ke kawasan. Biasanya rombongan gajah itu 1 kali dalam tiga tahun pasti lewat ," kata dia, kepada Lampost.co, Minggu, 12 Juli 2020.

Kendati demikian, lanjut dia, rombongan gajah ini tidak merusak gubuk atau bangunan milik petani. Yang di rusak hanya tanaman saja karena dimakan dan diinjak-injak saat melintas. 

Dia mengatakan ketika kawanan gajah itu turun memasuki perkebunan warga, maka warga juga langsung mengungsi untuk sementara waktu.

"Masyarakat disini sudah biasa jika sudah mengetahui ada gajah masuk ke areal perkebunan, maka tidak boleh bersikap agresif. Namun, tetap waspada dan mengungsi dulu untuk sementara," lanjut dia.

Ia menambahkan, gajah itu tidak boleh diusir dan jika waktunya sudah selesai, maka gajahnya itu akan pergi dengan sendirinya.

"Kalau gajah itu diusir nanti justru menjadi beringas. Pergerakannya juga hanya malam hari saja. Sedangkan siang hari gajahnya istirahat di belukar. Jadi, walaupun ada gajah masuk ke kawasan perkebunan warga, tapi aktivitas warga pada siang hari disini tetap berjalan seperti biasa," kata Ali.

Hanya saja jika malam hari kawanan gajah itu masih berada di kebun masyarakat, maka pihaknya selaku aparat pekon bersama Polhut dan Bhabinkamtibmas tetap berjaga-jaga dan memantau agar gajah tidak mendekati pemukiman.

Sementara itu, Kepala TNBBS Resort Lumbok Seminung Heri Farizal mendampingi Kabid TNBBS Wilayah II Liwa, Amri, mengatakan jika posisi gajah terakhir terpantau Minggu, 12 Juli 2020, pada pukul 04:00 WIB, sudah naik ke kawasan Hutan Marga.

"Hutan itu merupakan daerah penjelajahan kawanan gajah. Mudah-mudahan tidak turun lagi. Namun, tidak menutup kemungkinan gajahnya itu turun kembali," katanya.

Berdasarkan penelusuran dari jejak dan kotorannya, kata dia, gajah yang masuk di areal lahan pertanian hanya satu ekor yaitu gajah dewasa. Gajah itu datang hanya mencari makanan.

"Masyarakat disini juga paham dan mengerti kalau gajahnya itu datang hanya untuk mencari makanan. Hanya saja kita harus tetap perlu waspada," kata Heri.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar