#Lingkungan#GajahLiar#LampungBarat

Kawanan Gajah Masih Bertahan di Perkebunan  

( kata)
Kawanan Gajah Masih Bertahan di Perkebunan  
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)

LIWA (Lampost.co) -- Hingga Selasa, 24 September 2019, keberadaan 12 ekor gajah liar masih bertahan di kawasan perkebunan masyarakat di talang 9 Pekon Roworejo, Kecamatan Suoh, Lampung Barat.

Kabid TNBBS wilayah II Liwa Amri, mengatakan hingga kini enam petugas TNBBS ditambah sejumlah anggota WWF, WCS, LSM Repong, Babinsa dan Bhabinkamtibmas masih siaga menjaga pergerakan gajah demi keselamatan, masyarakat maupun gajahnya itu sendiri

“Petugas itu siaga di sana. Sifatnya adalah menjaga kedua-duanya yaitu menjaga manusia agar tidak diamuk gajah dan sebaliknya menjaga gajah sebagai satwa agar tidak disakiti," kata Amri.

Ia berharap agar masyarakat bersabar. Sebab upaya untuk menggiring gajah tidak dapat dilaksanakan seperti menggiring hewan peliharaan.

Gajah juga tidak bisa digiring paksa karena jika digiring paksa maka ia akan menyerang balik. Gajah juga memiliki insting tinggi karena itu dalam menghadapinya harus sabar dan tidak bisa dengan cara kasar karena jika kasar memperlakukanya maka iapun bisa kasar.

Dalam menghadapi dan menanganinya, kita hanya berharap agar gajah itu bisa segera pergi dan kembali ke kawasan TNBBS dengan menyeberangi Way Semangka.

Hingga saat ini ternyata gajahnya masih bertahan di talang 9 yang masuk wilayah Pekon Roworejo. Gajah itu bertahan dikarenakan disana banyak terdapat sumber makanan. Karena itu, kedepan ia berharap agar masyarakat disana khususnya yang berada di daerah perlintasan gajah itu, untuk tidak menanam tanaman yang memancing gajah dengan menanam tanaman yang disukainya.

Menanam tanaman yang disukai gajah, lanjut dia, tentunya akan membuat gajah dapat bertahan lama ditempat perlintasanya itu. "Gajah itu pergi mencari habitatnya sambil mencari makan. Jadi dimanapun tempat yang dilewatinya jika dilihatnya banyak makanan maka ia akan bertahan lama disitu," lanjut Amri.

Sementara itu, tokoh masyarakat Sidorejo Hadi Susanto, mengatakan dalam rangka menangani dan mengatasi gajah itu maka pihak TNBBS di lokasi berkoordinasj dengan petugas terkait dan masyarakat, Rabu siang, 25 September 2019, akan menggelar musyawarah tingkat pekon bersama aparat Pekon Sidorejo dan Roworejo untuk mencari solusi.

Eliyah

Berita Terkait

Komentar