#beritalampung#beritalambar#hukum

Kasus Tak Sengaja Tembak Teman hingga Tewas saat Berburu Dilakukan Restorative Justice

( kata)
Kasus Tak Sengaja Tembak Teman hingga Tewas saat Berburu Dilakukan <i>Restorative Justice</i>
Kasus penembakan tanpa sengaja di Suoh yang menyebabkan korban meninggal, akhirnya dilakukan restorative justice, Kamis, 20 Oktober 2022. Lampost.co/Eliyah


Liwa (Lampost.co): Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Barat, Kamis, 20 Oktober 2022, melaksanakan restorative justice terhadap kasus tindak pidana karena kelalaian yang mengakibatkan korban meninggal yang dilakukan oleh terdakwa Dirun terhadap Sugiarto.

Restorative justice itu dilaksanakan di aula kantor Kejari Liwa yang dipimpin langsung oleh Kepala Kejari Deddy Sutendy.

Adapun kronologis kasus tersebut yaitu terjadi di Kecamatan Suoh pada Selasa, 9 Agustus 2022. Beberapa saat sebelum kejadian tepat pukul 20:30 WIB, terdakwa Dirun bersama saksi Suroto, Marsoni, Satria Panji Gotawa, dan Sugiarto (korban) berangkat ke kebun terdakwa untuk berburu.

Saat mau berangkat korban memberikan sepucuk senapan gejluk kepada terdakwa. Kemudian mereka bersama-sama berangkat menuju kebun dan tiba di lokasi sekitar pukul 22:30 WIB. Setelah beristirahat di depan gubuk, lalu korban memompa senapan gejluk dan mengisi pelurunya.

Baca juga:  Lapak Pedagang Jalan Imam Bonjol Bandar Lampung Ditertibkan

Setelah itu, korban menyuruh terdakwa untuk memompa dan mengisi senapan gejluk lainnya. Terdakwa lalu memompa dan mengisi senapan itu dengan peluru. Akan tetapi pada saat hendak mengunci pelurunya dengan posisi senapan menghadap kedepan, tiba-tiba jari tengah tangan kiri terdakwa tanpa sengaja menekan pelatuk senapan terlebih dahulu yang mengakibatkan senapan meletus hingga mengenai korban Sugiarto.

Saat kejadian posisi korban berada di depanya. Korban lalu berteriak kemudian jatuh. Atas kejadian itu, para saksi langsung membawa korban ke Puskesmas Srimulio untuk diberikan pertolongan, namun tiba di puskesmas korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Korban lalu dibawa pulang ke rumah orang tuanya di Pekon Tuguratu, Kecamatan Suoh. Atas peristiwa itu, terdakwa akhirnya diamankan karena telah melakukan kelalaian yang mengakibatkan korban meninggal berdasarkan Pasal 359 Ayat  (1) KUHP.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar