#beritalampung#beritatanggamus#kriminal

Kasus Sabu, PNS di Tanggamus Bersama Tiga Rekannya Ditangkap Polisi

( kata)
Kasus Sabu, PNS di Tanggamus Bersama Tiga Rekannya Ditangkap Polisi
Para pelaku penyalahgunaan narkoba saat digiring ke sel tahanan Mapolres Tanggamus. Lampost.co/Rusdi


Kotaagung (Lampost.co): Empat pelaku peredaran dan penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu dibekuk anggota Satresnarkoba Polres Tanggamus di wilayah Kecamatan Gunungalip, Talangpadang, dan Pugung, Kabupaten Tanggamus.

Dari keempat pelaku, salah satunya merupakan pegawai negeri sipil (PNS) kecamatan berinisial EJ (29), warga Pekon Bandingagung, Kecamatan Talangpadang. Lalu, AS alias Jajang (26) dan DS (32), keduanya merupakan warga Pekon Bandingagung, Kecamatan Talangpadang sebagai terduga pengedar sabu. Kemudian, seorang lainnya berinisial NR (32) warga Pekon Wayhalom, Kecamatan Gunungalip selaku pemilik rumah yang diduga sering digunakan untuk bertransaksi maupun berpesta sabu.

Kasatresnarkoba Polres Tanggamus AKP Deddy Wahyudi mengungkapkan keempat pelaku ditangkap atas laporan masyarakat terkait dugaan peredaran narkotika di Pekon Wayhalom, Kecamatan Gunungalip.

Baca juga: Penadah Barang Curian Asal Lamteng Diamankan Polisi, Pelaku Utama Buron

Penangkapan pertama dilakukan terhadap NR di rumahnya di Pekon Wayhalom. Selanjutnya, hasil pengembangan kemudian kembali ditangkap AS dan DS saat berada di Pekon Bandingagung. Pengembangan lanjutan, pelaku lainnya kembali ditangkap yakni EJ saat berada di rumah sewa di Pekon Sumanda, Kecamatan Pugung. Tim selanjutnya bergerak untuk melakukan penangkapan kepada seorang terduga penyedia sabu kepada AS dan DS yang merupakan warga Talangpadang berinisial S, namun yang bersangkutan tidak berada di kediamannya.

"Keempat pelaku ditangkap pada Jumat, 5 Agustus 2022, sekitar pukul 00.30 WIB. Seorang lainnya berinsial S ditetapkan DPO," kata Deddy mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Satya Widhy Widharyadi, Senin, 8 Agustus 2022.

Deddy mengatakan dari penangkapan tersebut pihaknya berhasil mengamankan barang bukti dari NR berupa alat isap sabu (bong), 7 plastik klip bekas pakai, pipa kaca/pirek, 4 sedotan, 2 sumbu, 3 korek api, 2 bundel plastik klip, handphone, dan kotak rokok.

Dari tersangka AS alias Jajang diamankan 5 plastik klip berisi kristal putih dengan berat brutto 0.81 gram, 2 plastik klip sisa pakai, bundel plastik klip, dompet warna merah bercorak bunga, dompet warna hitam, dan handphone.

Kemudian dari tangan DS diamankan barang bukti berupa alat isap sabu, pipa kaca/pirek, handphone, dan korek api gas. Lalu dari pelaku EJ diamankan 2 pipa kaca/pirek, 2 alat isap sabu, 4 sedotan, dan 2 korek api gas.

"Barang bukti yang diamankan dari keempat pelaku sedang dalam penguasaan keempatnya," ujarnya.

Deddy mengatakan modus operandi dan peran masing-masing pelaku diantaranya, AS dan DA membeli barang haram tersebut kepada seorang bandar yang kini telah diketahui identitasnya dan kini berstatus buron. Usai membeli sabu, kemudian dipecah di rumah NR. Dimana rumah NR dijadikan tempat pesta sabu sekaligus tempat transaksi penjualan sabu.

Di rumah NR tersebut, NR juga melakukan pembelian sabu kepada AS dan DA selanjutnya menggunakannya secara bersama-sama di rumah tersebut. Hal sama juga dilakukan oleh EJ. Ia membeli sabu kepada AS dan DA, lalu mengonsumsi di rumah tersebut dan juga membawa sabu untuk dikonsumsi di rumah kontrakannya di Pekon Sumanda.

"Pengakuan EJ, dia kadang konsumsi sabu di rumah NR dan kadang juga mengonsumsi di rumah kontrakannya," katanya.

Para pelaku dijerat Pasal 112 dan 127 UU Nomor 35 Tahun 2009. Dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar