#COVID-19#LAMPUNGSELATAN

Kasus Positif di Lamsel Capai 4.186

( kata)
Kasus Positif di Lamsel Capai 4.186
Ilustrasi covid-19: Medcom.id


Kalianda (Lampost.co) -- Angka kasus pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Lampung Selatan masih tinggi mencapai 14,16 persen. Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi Satgas Penanganan Covid-19 Lamsel.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Lampung Selatan Supriyanto, mengatakan kasus terkonfirnasj positif covid-19 di kabupaten setempat tercatat hingga saat ini sebesar 14,16 persen. Ia merinci hingga kini ada 611 orang yang masih isolasi dan jumlah kasus sebanyak 4.186.

"Angka ini untuk pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah dan di rumah sakit,"ujar dia di Aula Krakatau Kantor Bupati setempat, Senin, 23 Agustus 2021.

Supriyanto menjelaskan atas kondisi tersebut  pihaknya meminta kepada para Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat dan pemerintahan di desa dapat meningkatkan pemantauan kepada masyarakat yang sedang menjalani isolasi di rumah atau isolasi mandiri (Isoman).

"Intinya supaya mereka yang terkonfirmasi dapat terkontrol dan terpantau. Jangan sampai terjadi ada pasien isoman yang meninggal dunia tidak ketahuan,"jelasnya.

Baca juga: Vaksinasi di Lamsel Baru 11,04 Persen

Supriyanto juga menyatakan kini angka kematian di Lampung Selatan lebih tinggi dari Provinsi Lampung.

"Dimana, angka kematian di Lamsel mencapai 7,8 persen. Maka, perlu adanya gerakan secara bersama - sama untuk menekan angka kasus covid -19,"katanya.

Dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Lampung Selatan Thamrin itu, Camat Rajabasa, Sabtudin, mempertanyakan apa saja fasilitas tempat isolasi terpusat (Isoter). Selain itu, apakah warga yang meninggal dunia bisa mendapatkan bantuan. Thamrin lalu menjawab, mereka yang dalam kondisi isolasi mandiri (Isoman) tetap mendapat bantuan dari pemerintah.

Hal senada disampaikan pihak Dinas Kesehatan Lampung Selatan melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Lampung Selatan, Kristi Endarwati.

"Kalau dia negatif namun setelah meninggal statusnya positif, artinya itu probable. Itu bisa diberikan bantuan. Karena, dari segi aturan juga dibolehkan,” ujar dia.

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar