#Kriminal#Penganiayaan#KDRT#Pringsewu#Lampung

Kasus Penganiayaan Anak Kandung di Sukoharjo P21

( kata)
Kasus Penganiayaan Anak Kandung di Sukoharjo P21
Jajaran Polsek Sukoharjo serahkan tetsangka HN penganiayaan anak kandung ke Kejari Pringsewu, Jumat, 6 September 2019. (Foto: Dok Polsek Sukoharjo)

PRINGSEWU (Lampost.co) -- Setelah melakukan pemeriksaan panjang, polisi menyelesaikan penyidikan dan menyatakan kasus penganiayaan anak kandung di Sukoharjo P21. Kasus itu  telah lengkap dan selanjutnya diserahkan ke kejaksaan.

Kapolsek Sukoharjo Iptu Deddy Wahyudi menyatakan kasus atas tersangka HN (40) telah P21. Pihaknya telah melimpahkan berkas kasus tersangka dan sejumlah barang bukti kepada Kejaksaan Negeri Pringsewu Kamis, 5 September 2019.

Pelimpahan itu sesuai ketentuan pasal 8 ayat 3 (b), pasal 138 ayat (1) dan pasal 139 KUHAP. Kasus ini sempat menyita perhatian publik lantaran HN tega menganiaya dua anak kandungnya yang masih kecil yakni SK (8) dan SA (5).  

"Penyidik menyerahkan tanggungjawab tersangka dan barang bukti kepada kejaksaan untuk dilimpahkan ke pengadilan," ungkap Iptu Deddy Wahyudi mewakili Plh. Kapolres Tanggamus AKBP Joko Bintoro, Jumat, 6 September 2019.

Ia menjelaskan, tersangka HA sebelumnya ditangkap atas laporan kakek korban yang mengetahui dua cucunya mengalami luka-luka dianiaya ayah kandungnya.

"Tersangka HA ditangkap pada Selasa, 16 Juli 2019 lalu sekitar pukul 22.30.”

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang menyebabkan anak kandungnya mengalami luka berat, HN terancam Pasal 5 Huruf a dan b Junto pasal 44 ayat 1 junto pasal 45 ayat 1 UU No.23/2004 tentang Penghapusan Kekeasan dalam Rumah Tangga (PKDRT).

"Ancaman hukumnya maksimal 15 tahun penjara," katanya.

Dari kesaksian warga sekitar rumahnya, HN kerap melakukan kekerasan terhadap anak-anaknya, tetapi warga tidak berani lapor karena menganggap urusan rumah tangga orang.

Widodo

Berita Terkait

Komentar