#pencemaranlingkungan#pencemaranlaut

Kasus Limbah di Pesisir Lamtim "Diambil" Pusat

( kata)
Kasus Limbah di Pesisir Lamtim
Ilustrasi. Pixabay


Bandar Lampung (Lampost.co)-- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung  angkat tangan dalam kasus pencemaran limah diduga oli di Pesisir Lampung Timur. 

Pencemaran limbah tersebut diduga berasal dari kebocoran pipa milik anak perusahaan Pertamina yakni PT Pertamina Hulu Energi Off Shore East Sumatera (PT PHE OSES).

Dirkrimsus Polda Lampung Kombes Arie Rachman Nafarin mengatakan saat ini kasus tersebut sudah diambil alih Direktorat Jendral Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kelautan (Gakkum KLHK).

"Kemarin kami turun, sudah ada orang kementerian, dan mereka yang sekarang menangani kasus tersebut," ujarnya, melalui via telpon, Rabu, 20 Juli 2022.

Terpisah, Direktur Eksekutif Walhi Lampung Irfan Tri Musri mengatakan, pencemaran laut yang berulang setiap tahunnya di pesisir Lampung merupakan bentuk ketidakberdayaan pemerintah dan penegak hukum.

Baca Juga : Walhi: Aparat Melempem Urus Limbah di Laut

"Adanya limbah di pesisir Lampung Timur, yang terus berulang setiap tahun, dengan jenis limbah yang sama merupakan bentuk pembiaran secara sistematis oleh negara. Saat ini bisa kita lihat pihak berwenang tidak ada solusi bahkan terkesan membiarkan," ujarnya.

Menurut Irfan, hal tersebut adalah kejahatan luar biasa. Dimana dampak dari kasus pencemaran limbah oli seperti musiman khususnya di Pesisir Lampung Timur.

Ia ketahui banyak nelayan terdampak, mulai dari hasil tangkapan berkurang bahkan ada petambak udang yang merugi akibat pencemaran limbah tersebut.

"Pemerintah dan aparat penegak hukum jangan seperti ayam sayur yang tidak berdaya. Pelaku jelas sudah ada, apalagi yang perlu dibuktikan," katanya.

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (LH) Provinsi Lampung menemukan penyebab pencemaran di Pesisir Lampung Timur yaitu tiga kebocoran pipa milik anak perusahaan Pertamina.

Kepala Dinas LH Provinsi Lampung Emilia Kusumawati mengatakan, dari hasil konfirmasi dan turun lapang ke lokasi, diketahui kebocoran pipa ini terjadi di tengah laut.

Emilia mengatakan, PT Pertamina Hulu Energi Off Shore East Sumatera (PT PHE OSES) sudah mematikan saluran pipa yang bocor tersebut. 
 

Dian Wahyu K






Berita Terkait



Komentar