pencabulan

Kasus Pencabulan oleh Oknum P2TP2A, Polda Baru Periksa Korban

( kata)
Kasus Pencabulan oleh Oknum P2TP2A, Polda Baru Periksa Korban
Ilustrasi. Google Images

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oknum Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur terhadap seorang anak dampingan, hingga kini masih ditangani Subdit IV Renakta Dirreskrimum Polda Lampung.

Oknum di P2TP2A Lampung Timur berinisial DA diduga berbuat asusila bahkan menjadikan remaja berinisial NF (14) sebagai pekerja seks. Ia dilaporkan keluarga korban yang didampingi LBH Bandar Lampung ke Polda pada Jumat malam, 3 Juli 2020 dengan Surat Tanda Terima Laporan Nomor: STTLP/977/VII/2020/LPG/SPKT.

Baca juga: Oknum P2TP2A Diduga Jadikan Anak Dampingan Sebagai Pekerja Seks

Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, saat ini Pihak Subdit IV Renakta baru memeriksa atau memintai keterangan saksi pelapor yakni S, selaku orang tua korban dan NF (korban).

Polda Lampung juga tengah berkoordinasi dengan Polres Lampung Timur, karena tempat kejadian perkara (TKP), ada di Lampung Timur. Selain itu aparat juga masih menunggu hasil visum et repertum korban

"Saksi yang sudah diperiksa, orang tua korban selaku pelapor dan korban. Polda juga fokus memberikan pendampingan trauma healing terhadap korban, Polda juga berkoordinasi dengan P2TP2A Provinsi Lampung," paparnya, Senin, 6 Juli 2020.

Terkait proses pemeriksaan saksi lainnya, termasuk terlapor DA, Pandra memaparkan masih dalam proses, karena laporan baru masuk beberapa hari yang lalu.

"Tengah dilakukan pemeriksaan semuanya secara simultan pararel," tambahnya.

Pandra memaparkan, Polda menerima laporan dari ayah korban yakni S, atas dugaan asusila dengan terlapor oknum P2TP2A Lampung Timur, yang diduga terjadi pada 28 Juni 2020.

Winarko



Berita Terkait



Komentar