#pembalakanliar#peratin#hutanlindung

Kasus Pembalakan Liar oleh Peratin Jangan Terulang

( kata)
Kasus Pembalakan Liar oleh Peratin Jangan Terulang
Ilustrasi. Dok/Lampost.co

Liwa (Lampost.co) -- Proses hukum kasus tindak pidana pembalakan liar oleh peratin Pekon Batuapi, Pagardewa, Lampung Barat, Aris Mulyono, harus terus berjalan hingga pelaku masuk penjara. Hal itu bisa menjadi pelajaran berharga baik bagi para peratin maupun warga lainnya.  

"Jangan sampai kasus pembalakan liar ini kembali terjadi. Kasus yang menimpa peratin dan 2 warga yang saat ini lagi menjalani proses hukum itu jangan sampai terulang," kata Kapolres Lambar AKBP Rachmat Tri Haryadi, Jumat, 29 November 2019.

Apalagi peratin seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat bukan justru memfasilitasi aksi perusakan hutan dengan alasan akan digunakan untuk sosial.

Dia menyatakan apa pun alasannya tidak dibenarkan melakukan penebangan, perambahan, dan sejenisnya yang dapat mengakibatkan kerusakan hutan. Sebab, itu sudah jelas ada aturannya dan sanksi hukum bagi yang melakukannya.

“Itu sudah diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia (RI) Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Pasal 94 Ayat (1) huruf a dan c. Tindakan yang dilakukan peratin Aris Mulyono yang mendalangi dan memfasilitasi aksi penebangan dalam kawasan hutan lindung diancam pidana penjara minimal 8 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara,” katanya.

Sedangkan ancaman bagi Rohman (25), warga Pekon Mekarsari, Kecamatan Pagardewa, dan Tri Purnomo (40), warga Pekon Bakhu, Kecamatan Batuketulis, sebagai penebang diancam hukuman minimal satu tahun dan maksimal lima tahun penjara sesuai Pasal 82 huruf c.

Sebelumnya, aparat Polsek Sekincau mengamankan Peratin Batuapi Aris Mulyono dan 2 warga lainnya karena menebang kayu di hutan lindung Register 43B Krui Utara, tepatnya di Talangbaru Pekon Batuapi, Kecamatan Pagardewa, Lambar. Barang bukti yang diamankan, yaitu 1 unit mesin chainsaw warna merah dan kayu olahan sekitar 5 m3.

Menurut Kepala Inspetorat Lambar Nata Djudin Amran, keterlibatan Aris Mulyono itu murni kesalahan pribadi dan tidak ada kaitannya sebagai peratin. Dia mengatakan seharusnya oknum tersebut dapat menjadi contoh/panutan bagi masyarakat dan turut mengawasi dan menjaga kelestarian kawasan hutan.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar