#mafiatanah

Kasus Mafia Tanah Libatkan ASN BPN Masuk Tahap Penelitian Jaksa

( kata)
Kasus Mafia Tanah Libatkan ASN BPN Masuk Tahap Penelitian Jaksa
Ilustrasi. Warga memprotes dugaaan adanya mafia tanah. Dok Antara Foto


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Berkas perkara sindikat mafia tanah yang melibatkan ASN BPN Bandar Lampung masuk babak baru. Pasalnya berkas perkara itu saat ini masuk tahap penelitian di Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kanit Harda Satreskrim Polresta Bandar Lampung, Ipda Edwin mengatakan saat ini berkas tersebut sudah dikirim ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung dan dilakukan penelitian.

Baca juga: DPRD Kawal Kasus Mafia Tanah di Lampung

"Masih tahap penelitian, jika ada yang kurang lengkap nanti kita siap lengkapi kembali apa kurangnya," katanya, Selasa, 1 Maret 2022.

Setelah itu, JPU akan meneliti berkas lengkap atau tidak jika di nyatakan lengkap  maka akan masuk tahap dua pelimpahan tersangka dan alat bukti

"Kalau belum apa petunjuknya kita lengkapi," katanya.

Ia menambahkan, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru, jika ditemukan adanya bukti  baik di persidangan dan lainnya yang mengarah ke pelaku lain.

"Insyaallah kalau ada kita hajar. Nanti kita lihat kalau ada keterangan baru dari mereka atau ada bukti baru pasti kita akan lakukan penyelidikan," katanya.

Ia melanjutkan, dalam melakukan penyelidikan dan membongkar kasus sindikat mafia tanah ini di butuhkan ketelitian tim penyidik dan perlu ahli dari pihak terkait. Sehingga membutuhkan ketelitian dan kecermatan.

"Sudah lima bulan kita mulai dari penyelidikan, sampai sekarang tahap penelitian ke JPU semuanya perlu ketelitian, memanggil saksi ahli dari BPN, uji lab dan lainnya," ujarnya.

Sebelumnya, Polresta Bandar Lampung ungkap kronologis kejahatan mafia tanah yang libatkan pegawai honorer Aditya Novantri (34) alias Ucup dan ASN BPN Bandar Lampung Jalis Dawami (37) warga Labuhan Ratu Serta seorang swasta Ujang Suryadi (41) warga Sukabumi.

Winarko







Berita Terkait



Komentar