#mafiatanah

Kasus Mafia Tanah di Tanjungsari Lamsel Meluas ke Pemalsuan Tanda Tangan

( kata)
Kasus Mafia Tanah di Tanjungsari Lamsel Meluas ke Pemalsuan Tanda Tangan
Direkur LBH Bandar Lampung, Sumaindra Jarwadi, saat demo di Tugu Adipura, Bandar Lampung, Selasa, 19 Juli 2022. Lampost.co/Salda


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Polres Lampung Selatan menaikkan status dugaan mafia tanah di Desa Malang Sari, Kecamatan Tanjungsari, Lampung Selatan, ke tahap penyidikan. 

Kasus tersebut berdasarkan laporan penyerobotan lahan warga seluas 10 hektare yang dilakukan jaksa Adi Muliawan.

"Sekarang kasus ini diambil alih Polda Lampung," ujar Direkur LBH Bandar Lampung, Sumaindra Jarwadi, saat demo di Tugu Adipura, Bandar Lampung, Selasa, 19 Juli 2022. 

Kendati demikian, kasus tersebut kini meluas pada dugaan pemalsuan sertifikat lahan. Hal itu muncul dari penerbitan sertifikat yang memalsukan tanda tangan empat orang. 

"Sekarang sedang buat laporan ke Polda. Sementara orang yang tanda tangannya dipalsukan sudah meninggal dunia pada 1995," katanya. 

Effran Kurniawan






Berita Terkait



Komentar