#mafiatanah#sengketatanah

Kasus Mafia Tanah BPN Bandar Lampung Masuk Tahap Pemberkasan

( kata)
Kasus Mafia Tanah BPN Bandar Lampung Masuk Tahap Pemberkasan
Suasana di halaman depan kantor Polresta Bandar Lampung, Jumat, 18 Februari 2022. (Foto: Lampost.co/Salda Andala)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Polresta siap melimpahkan berkas perkara kasus mafia tanah yang melibatkan ASN Badan Pertanahan Nasional (BPN)  Bandar Lampung. 

Kanit Harda Polresta Bandar Lampung, Ipda Edwin mengatakan, berkas tersebut segera dikirim ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk diteliti. Menurutnya, berkas perkara sudah lengkap.

"Sudah siap pemberkasan, nanti di JPU diteliliti, apa yang kurang kami lengkapi kembali,"ujarnya, di ruang kerja, Mapolresta Bandar Lampung, Jumat, 18 Februari 2022.

Ditanya apakah akan ada tersangka baru, pihaknya tidak menutup kemungkinan ada tersangka tambahan. Sebab jika di persidangan ada bukti baru, pihaknya akan melakukan pengembangan.

"Nanti kami lihat kalau ada keterangan baru dari mereka atau ada bukti baru pasti kami akan lakukan penyelidikan,"katanya.

Edwin melanjutkan, dalam melakukan penyelidikan dan membongkar kasus sindikat mafia tanah ini dibutuhkan ketelitian tim penyidik dan perlu ahli dari pihak terkait.

"Sudah lima bulan kami mulai dari penyelidikan, sampai sekarang tahap pemberkasan ke JPU semuanya perlu ketelitian, memanggil saksi ahli dari BPN, uji lab dan lainnya,"ujarnya.

Baca juga: Penyidikan Kasus Mafia Tanah di Bandar Lampung Dipastikan Berlanjut

Diberitakan sebelumnya, Polresta Bandar Lampung mengungkap kronologis kejahatan mafia tanah yang melibatkan pegawai honorer Aditya Novantri (34) alias Ucup, ASN BPN Bandar Lampung Jalis Dawami (37) warga Labuhanratu, serta seorang swasta Ujang Suryadi (41), warga Sukabumi.

Terbongkarnya kasus sindikat mafia tanah ini setelah Satreskrim Polresta Bandar Lampung menerima laporan korban. Tanah seluas 5000 M2 di Jalan Ir Sutami, Keluharan Campangjaya, Sukabumi pada 2019 mengikuti  program Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) telah dikuasai tersangka Ujang.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Devi Sujana mengatakan ketiga tersangka menyasar tanah-tanah yang ada di Bandar Lampung terutama tanah tidak bersertifikat dan tidak d kelola oleh pemiliknya.

"ASN BPN Bandar Lampung berinisial JD sekarang sudah pindah ke BPN Mesuji," kata Devi. 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar