#minyakgoreng

Kasus Mafia Minyak Goreng Masuk Persidangan

( kata)
Kasus Mafia Minyak Goreng Masuk Persidangan
Minyak goreng. Ilustrasi/MI


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melaporkan proses penyelidikan kasus mafia minyak goreng tengah memasuki tahapan persidangan.

Kepala Kantor KPPU Wilayah II, Wahyu Bekti Anggoro, mengatakan perkara dengan nomor register No. 03-16/DH/KPPU.LID.I/III/2022 tentang Dugaan Pelanggaran UU No. 5 Tahun 1999 terkait Produksi dan Pemasaran Minyak Goreng di Indonesia segera memasuki tahap Persidangan.

"Kami (KPPU) sebelumnya mengumumkan terdapat 27 terlapor dalam perkara produksi dan pemasaran minyak goreng yang diduga melanggar 2 pasal dalam UU 5/1999," kata Wahyu Bekti Anggoro, Selasa, 4 Oktober 2022. 

Berdasarkan penyidikan secara masif, pasal yang diduga dilanggar sejumlah perusahaan adalah pasal 5 tentang penetapan harga dan pasal 19 huruf C tentang pembatasan peredaran atau penjualan barang/jasa.

"Sehingga melalui proses penyelidikan KPPU mengantongi dua jenis alat bukti dan tim pemberkasan KPPU menyelesaikan fungsi pemberkasan serta menyusun laporan dugaan pelanggaran yang akan dibacakan investigator penuntutan KPPU dalam sidang majelis pemeriksaan pendahuluan," ujar dia. 

Ia mengatakan, terdapat 27 terlapor yang tersebar di Provinsi se-Indonesia. "Dari 27 terlapor dalam perkara tersebut terdapat satu grup perusahaan yang berasal dari Lampung," kata Wahyu.

Adapun terkait proses persidangan akan segera dilakukan dalam waktu dekat yang dilaksanakan di Kantor Pusat atau kantor wilayah kerja KPPU tempat domisili terlapor jika dibutuhkan.

 

Adapun 27 perusahaan daftar terlapor yakni:

1. PT. Asian Agro Agung Jaya

2. PT. Batara Elok Semesta Terpadu

3. PT. Berlian Eka Sakti Tangguh

4. PT. Bina Karya Prima

5. PT. Incasi Raya

6. PT. Selago Makmur Plantation

7. PT. Agro Makmur Raya

8. PT. Indokarya Internusa

9. PT. Intibenua Perkasatama

10. PT. Megasurya Mas

11. PT. Mikie Oleo Nabati Industri

12. PT. Musim Mas

13. PT. Sukajadi Sawit Mekar

14. PT. Pacific Medan Industri

15. PT. Permata Hijau Palm Oleo

16. PT. Permata Hijau Sawit

17. PT. Primus Sanus Cooking Oil Industrial (Priscolin) 

18. PT. Salim Ivomas Pratama 

19. PT. Smart, Tbk./PT. Sinar Mas Agro 

Resources and Technology, Tbk.

20. PT. Budi Nabati Perkasa

21. PT. Tunas Baru Lampung, Tbk.

22. PT. Multi Nabati Sulawesi

23. PT. Multimas Nabati Asahan

24. PT. Sinar Alam Permai

25. PT. Wilmar Cahaya Indonesia

26. PT. Wilmar Nabati Indonesia

27. PT. Karyaindah Alam Sejahtera

 

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar