#kekerasananak#beritalambar#kriminal

Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Lambar Bertambah

( kata)
Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Lambar Bertambah
Ilustrasi. (Foto: Dok/Google Images)

LIWA (Lampost.co) -- Kasus kekerasan terhadap anak di wilayah Lampung Barat selama Juli-September 2018 lalu mencapai empat kasus.

Dengan bertambahnya empat kasus itu maka jumlah kasus kekerasan terhadap anak di Lampung Barat selama kurun waktu Januari-September bertambah hingga menjadi 9 kasus.

Kadis Pengendalian Penduduk, KB, PP dan PA Lampung Barat Daman Nasir, Rabu (17/10/18, mengatakan keempat kasus kekerasan terhadap anak itu terjadi sejak Juli lalu, yang diketahui berdasarkan laporan dari pihak Polres kepada pihaknya pada 3 Oktober lalu. Keempat kasus itu saat ini masih dalam proses penanganan oleh aparat hukum.

Keempat kasus kekerasan terhadap anak tersebut semuanya adalah tindakan persetubuhan yang dilakukan oleh pelaku terhadap anak dibawah umur dengan korbanya masih pelajar. Adapun kejadianya yaitu di Pekon Basungan yang dilakukan oleh Ay (41) dengan anak tirinya sendiri yang masih berumur 14 tahun. Dalam kejadian itu, pelaku menyetubuhi korban hingga hamil dan melahirkan anak. Kasus ini diketahui dan dilaporkan pada 30 Juli lalu.

Kemudian dua kasus lainya yakni terjadi di Pekon Purawiwitan Kecamatan Kebuntebu. Kedua kasus itu juga adalah karena persetubuhan, yakni dilakukan oleh pelajar dengan pelajar yang kejadianya juga dilaporkan pada 24 Juli. Kemudian kejadian persetubuhan dengan korbanya adalah seorang pelajar berumur 14 tahun dengan pelaku berumur 16 tahun yang kejadianya juga di Pekon Purawiwitan kecamatan Kebuntebu dengan kejadianya dilaporkan pada 31 Juli lalu.

Untuk menyikapi hal itu, kata dia, pihaknya melalui bidangnya bersama tim dari provinsi pada 24 Oktober mendatang berencana akan menemui korban untuk memberikan pendampingan.

 

Eliyah

Berita Terkait

Komentar