#rembukpekon#kdrt

Kasus KDRT di Batutegi Diselesaikan lewat Rembuk Pekon

( kata)
Kasus KDRT di Batutegi Diselesaikan lewat Rembuk Pekon
Wakapolres Tanggamus didampingi Kapolsek Pulau Panggung memfasilitasi proses rembuk pekon kasus KDRT. Dok.


Kotaagung (Lampost.co) -- Kasus kekerasan dalam rumah (KDRT) yang dipicu kecemburuan di Pekon Batutegi, Kecamatan Airnaningan, Tanggamus, diselesaikan melalui proses rembuk pekon, Senin, 23 November 2020. Permasalahan ini melibatkan pasangan suami istri MS (40), sebagai pelaku, dan PR (35), korban.

Prosesi rembuk pekon dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Qodir, pekon setempat. Rembuk pekon tersebut disaksikan Wakapolres Tanggamus Kompol Heti Fatmawati, Kapolsek Pulau Panggung Iptu Ramon Zamora, Danramil Pulau Panggung Kapten Arh Tuparno, Camat Airnaningan Royensyah, Kepala Pekon Batutegi Rahmat, dan Ustaz Mustofa selaku pengasuh Pondok Pesantren Al-Qodir.

Wakapolres mengatakan kedua pihak, baik korban PR maupun pelaku MS sepakat menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan melalui rembuk pekon. Kepolisian sebagai penengah dengan disaksikan keluarga besar pelaku, korban, dan aparatur pekon.

"Semua pihak yang terlibat telah sepakat berdamai. Kami memfasilitasi niat baik ini melalui rembuk pekon," kata Kompol Heti Patmawati mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Ony Prasetya.

Kompol Heti menambahkan keduanya menandatangani surat perjanjian perdamaian yang berisi pelaku meminta maaf kepada korban dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Dalam surat perdamaian itu juga disebutkan dibuat dengan sebenarnya dalam keadaan sadar dan tanpa ada paksaan dari pihak mana pun.

Kapolsek Pulau Panggung Iptu Ramon Zamora memberikan apresiasi dengan adanya kesepakatan damai melalui rembuk pekon. Dengan demikian, baik pelaku maupun korban masih dapat terus melanjutkan bidak rumah tangga mereka.

Dengan terlaksananya proses perdamaian ini, banyak sekali manfaat yang diperoleh. Selain dalam rangka menjaga suasana kamtibmas juga menjaga norma sosial masyarakat. 

"Semoga hal ini mengedukasi masyarakat, khususnya warga setempat," kata Kapolsek.

Pada kesempatan ini, Wakapolres Tanggamus juga menyerahkan bantuan bahan pokok ke Pondok Pesantren Al-Qodir.

Peristiwa kasus KDRT dan dugaan perselingkuhan ini terjadi pada Rabu, 18 November 2020, di Pekon Batutegi.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar