#Stunting#GiziBuruk

Kasus Stunting di Bandar Lampung Berhasil Ditekan

( kata)
Kasus <i>Stunting</i> di Bandar Lampung Berhasil Ditekan
Ilustrasi ibu dan anak. Antara/Jojon


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Angka persentasi stunting di Kota Bandar Lampung selama 2021 sebesar 5,9%. Angka itu turun dari hasil operasi timbang yang dilakukan pada tahun sebelumnya. 

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandar Lampung Desti Megaputri menyebut, angka persentase stunting pada 2020 mencapai 6,6% atau 1,3% lebih tinggi dibandingkan tahun ini.

"Progres tersebut diikuti dengan penurunan prevalensi stunting menjadi 19,4 persen. Angka itu mengalami penurunan signifikan dari tahun sebelumnya yang mencapai 36,1 persen. Tren penurunan tersebut sejalan dengan target penurunan stunting menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI," jelasnya, Selasa, 8 Februari 2022.

Baca: Tingkat Kasus Stunting Lampung Menurun

 

Angka prevalensi itu, kata dia, sudah berada di bawah batas toleransi stunting WHO, yakni 20%. Namun, jumlah itu masih belum mencapai target yang diberikan pemerintah pusat sebesar 14%.

Desti menjelaskan, penurunan kasus tersebut berhasil dicapai melalui intervensi spesifik. Intervensi itu dilakukan terus-menerus selama 2021 melalui puskesmas hingga posyandu.

"Program intervensi spesifik untuk menekan angka stunting di Kota Bandar Lampung ini juga tetap dilakukan di tahun ini," kata dia.

Intervensi dilakukan dengan memberikan makanan, vitmanin, hingga obat-obatan kepada masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah. Selain itu pihaknya juga melakukan sosialisasi gizi, pentingnya ASI, serta melakukan pemantauan dan evaluasi.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar