#beritalampung#beritapringsewu#demamberdarah

Kasus DBD Pringsewu di 2022 Meningkat Jadi 248 Kasus, 2 Meninggal

( kata)
Kasus DBD Pringsewu di 2022 Meningkat Jadi 248 Kasus, 2 Meninggal
Ilustrasi. Foto: Google Images


Pringsewu (Lampost.co): Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada 2022 di Kabupaten Pringsewu kembali meningkat dibandingkan tahun lalu. Berdasarkan data 2021 jumlah kasus DBD di Pringsewu terdapat 192 kasus dan 1 meninggal dunia. Sementara pada 2022 jumlah kasus DBD mencapai 248 kasus dan 2 meninggal dunia.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu, Herlambang Sunedar, mengatakan jumlah kasus pada 2022, meningkat disebabkan selama setahun terakhir sering terjadi hujan, sehingga pertumbuhan jentik nyamuk menjadi meningkat.

"Kasus ini tersebar di sembilan Kecamatan di Pringsewu, namun yang terbanyak terjadi di Kecamatan Gadingrejo," kata dia, Sabtu, 31 Desember 2022.

Herlambang mengimbau kepada masyarakat untuk peduli akan peningkatan kasus DBD dengan tetap menerapkan 3M yakni menguras bak mandi, menutup tempat penyimpanan air, dan mengubur barang penampung air.

"Saya berharap masyarakat tetap melaksanakan 3M, agar nantinya tidak lagi ada penambahan kasus baru," kata dia.

Herlambang mengatakan pihaknya akan terus mengajak masyarakat untuk memerangi pertumbuhan jentik nyamuk di semua tempat.

"Kami juga akan melibatkan semua pihak, baik itu desa maupun sekolah untuk selalu tetap menerapkan 3M plus. Kami berencana akan membuat program kantor bebas jentik nyamuk yang akan diterapkan di semua kantor yang ada di Pringsewu," pungkasnya.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar