#dbd#demamberdarah#beritalamsel

Kasus DBD di Sragi Terus Bertambah

( kata)
Kasus DBD di Sragi Terus Bertambah
Ilustrasi pengasapan nyamuk penyebab demam berdarah. Foto: Dok

Kalianda (Lampost.co): Di tengah pandemi Covid-19, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, terus bertambah. Setidaknya, ada tiga kasus positif DBD yang muncul di Desa Kualasekampung dan Sukapura. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, ketiga kasus itu dialami oleh Udin (47) warga Desa Kualasekampung, Hendi (59), dan Lia (51) yang keduanya warga Desa Sukapura. Hingga saat ini, pasien atas nama Hendi kini menjalani perawatan di UPTD Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Sragi. 

Menurut Koordinator Program Pencegahan Penyakit Menular UPTD Puskesmas Rawat Inap Sragi, Muhammad Ali, pihaknya menemukan tiga kasus DBD pada Mei 2020. Namun, dua orang diantaranya yang terserang DBD sudah dinyatakan sembuh.

"Kami menemukan tiga kasus DBD pada Mei kemarin. Dua orang diantaranya sudah sembuh dan satu orang, yakni Hendi masih dirawat di PRI Sragi," kata dia saat dihubungi Lampost.co, Senin, 1 Juni 2020.

Dengan adanya tiga kasus itu, kata Ali, saat ini kasus DBD di Kecamatan Sragi mencapai 77 kasus, dengan rician di Desa Baktirasa 7 kasus, Sukapura 23 kasus, kedaung 6 kasus, Bandaragung 8 kasus, Sumberagung 20 kasus, Margajasa 1 kasus, Mandalasari 4 kasus dan Kualasekampung 8 kasus.

"Dengan bertambahnya kasus DBD ini, kami berharap kepada masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap DBD seiring dengan adanya perubahan cuaca. Artinya kebersihan lingkungan harus terjaga. Apalagi ditengah pandemi Covid-19 saat ini," kata dia. 

M. Ali mengatakan sejauh ini pihaknya belum melakukan upaya pengasapan atau fogging dilingkungan rumah pasien DBD. Namun, pihaknya telah memberikam edukasi kepada pasien supaya dapat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) Aedes Aegypti.

"Untuk memutus mata rantai nyamuk aedes aegypti ini harus ada peran aktif dari masyarakat itu sendiri. Sebab, dengan pengasapan bukan salah satu upaya memutus mata rantainya," kata dia. 

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Sragi, Sucipto mengatakan meski saat ini pandemi Covid-19 masih ada, namun masyarakat tetap diminta terus meningkatkan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.

"Kami tidak bosan-bosan mengingatkan masyarakat agar bisa menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Kasus DBD ini lebih efektif diputus mata rantainya dengan PSN, yakni melakukan 3M plus, menutup dan menguras bak penampungan air dan mengubur barang bekas. Jangan lupa gunakan body lotion, membersihkan setiap gantungan baju," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar