dbdkesehatan

Kasus DBD di Lamtim Diklaim Menurun

( kata)
Kasus DBD di Lamtim Diklaim Menurun
dok Lampost.co

Sukadana (Lampost.co) – Intensitas serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Lamtim dalam kurun waktu tiga bulan terakhir diklaim menurun.

Namun demikian, mengingat kondisi cuaca yang masih cukup ekstrem kemudian DBD juga merupakan jenis penyakit berbahaya dan  mudah menular maka warga Kabupaten Lamtim diminta untuk tetap waspada.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamtim, Nanang Salman, Kamis, 2 Juli 2020 menjelaskan, DBD merupakan salah satu jenis penyakit yang sangat berbahaya. Pasalnya selain bisa merenggut jiwa penderitanya jika terlambat ditangani, penyakit itu juga mudah menular melalui gigitan nyamuk aedes aegypty.

Di Kabupaten Lamtim, lanjut Nanang, intensitas serangan penyakit berbahaya yang biasa muncul pada musim hujan atau pada kondisi cuaca eksterm tersebut, tiga bulan terakhir memang cenderung menurun.

Pada April 2020 tercatat sejumlah 38 warga Lamtim terserang DBD. Kemudian, Mei 2020 54 orang dan pada Juni 2020 turun lagi menjadi 32 orang. “Tiga bulan terakhir ini intensitas serangan penyakit DBD di Kabupaten Lamtim memang cenderung menurun,” kata Nanang.

Namun,  pihaknya selalu meminta warga Lamtim tetap waspada dengan rutin melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) pola 3M plus di lokasi rumah masing-masing, kemudian terus aktifkan para jumantik, serta selalu menjaga sanitasi lingkungan.

Sebab, jika tidak diwaspadai atau lengah, tidak menutup kemungkinan intensitas serangan penyakit yang juga tergolong sangat berbahaya itu bisa kembali naik drastis. Apalagi kondisi cuaca saat ini yang masih tergolong cukup ekstrem dengan curah hujan cukup tinggi.

“Karena itulah meski intensitas serangan penyakit DBD tersebut tiga bulan terakhir cenderung menurun, tapi kami selalu mengingatkan warga agar tetap waspada,” katanya.

 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar