#dbd#lampungselatan

Kasus DBD di Lamsel Turun

( kata)
Kasus DBD di Lamsel Turun
IIlustrasi nyamuk aedes aegypti pembawa penyakit demam berdarah. Antara/Anis Efizudin


Kalianda (Lampost.co) -- Sebanyak 13 kasus demam berdarah dengue (DBD) ditemukan di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) selama Maret 2021. Jumlah ini turun ketimbang Januari yang mencapai 18 kasus dan Februari 23 kasus.

“Trennya sedang turun,” kata Kasi Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamsel, B. Didik Setiawan, Senin, 5 April 2021.

Meskipun begitu, Didik tetap meminta Puskesmas di setiap kecamatan untuk tetap waspada. Sebab, di awal April terdapat peningkatan curah hujan yang berpotensi menjadi pemicu meningkatnya kasus DBD.

Baca: Pasien DBD Perlu Penanganan Khusus 

 

“Kita meminta kepada teman-teman di Puskesmas tetap waspada,”katanya.

Dia menjelaskan, kasus DBD masih ditemukan di beberapa daerah di antaranya Kecamatan Kalianda, Katibung, dan Natar. Biasanya, tren kasus DBD meningkat di akhir dan awal tahun seiring memasuki musim penghujan. 

“Kalau perbandingan dengan 2020 lalu, ada penurunan yang signifikan. Tahun lalu justru di awal tahun kasus DBD tinggi,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, penurunan kasus 2021 tercapai karena kesadaran masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat (PHBS) meningkat.

Bahkan, kata Didik, pandemi covid-19 turut meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan menjaga kondisi tubuh dengan lebih baik.

 “Curah hujan juga tidak seperti tahun lalu. Tahun ini relatif lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya,” tambah dia.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar