#Kesehatan#Wabah-DBD

Kasus DBD di Lampung Timur Melejit

( kata)
Kasus DBD di Lampung Timur Melejit
Nyamuk Aedes yang membawa virus dengue. (Foto: AFP)

Sukadana (Lampost.co) -- Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur kembali mengimbau warganya waspada terhadap serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Serangan penyakit tersebut terus meluas dan warga yang terserang juga semakin bertambah.

Pada Senin, 13 Januari 2020 warga Kabupaten Lamtim yang terserang penyakit DBD baru sejumlah tujuh orang kini bertambah 40 orang lagi. Sehingga total warga Lamtim terserang DBD, Jumat, 17 Januari 2020 mencapai 47 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamtim Nanang Salman menjelaskan penyakit DBD memang biasanya marak muncul menyerang warga pada musim hujan. Meski pada musim kemarau serangan penyakit berbahaya itu juga tetap saja muncul.

"Serangan penyakit DBD marak muncul pada musim hujan sebab kondisi cuaca yang lembab ditambah adanya genangan air di sana-sini mendukung berkembangnya nyamuk aedes aegypty yang menularkan penyakit DBD tersebut," ujarnya.

Mereka yang terserang DBD itu kata Nanang tersebar di sejumlah wilyah. Untuk Kecamatan Batanghari sejumlah lima orang, Pekalongan (23), Way Jepara (7), Batanghari Nuban (4), Sekampung Udik (1), Jabung (2), dan Purbolinggo (5).

 

"Kemudian jika melihat kondisi cuaca saat ini, tidak menutup kemungkinan serangan penyakit DBD tersebut di wilayah Kabupaten Lamtim akan terus meluas," ujarnya.

Karena itulah tandas Nanang, pihaknya mengimbau warga untuk terus meningkatkan kewaspadaan pada puncak musim hujan saat ini. Terlebih pola serangan penyakit DBD mulai berubah. Pada musim kemarau serangan penyakit DBD tetap muncul, apalagi pada puncak musim hujan.

Adapun peningkatkan kewaspadaan dimaksud misalnya dilakukan dengan rajin menjaga kebersihan lingkungan, tidak membiarkan air tergenang berhari-hari, rajin mengamati dan memantau kondisi lingkungan sekitarnya.

"Disamping itu langkah lainnya adalah, warga giat melaksanakan kegiatan 3M plus yaitu, menguras, menutup dan mengubur benda-benda yang memungkinkan bisa menjadi tempat sarang nyamuk," kata dia.

Ia meminta masing-masing warga berupaya memproteksi diri agar terhindar dari gigitan nyamuk aedes aegypty. Misalnya tidur dalam kelambu, menggunakan obat nyamuk atau cream pencegah gigitan nyamuk.

"Proteksi diri tersebut harus dilakukan mengingat nyamuk Aedes aegypty tersebut biasanya aktif mulai pukul 8 hingga 12.00 kemudian dari pukul 15.00 hingga 17.00."

Sementara untuk membantu warga tambah dia, pihak Dinas Kesehatan Lamtim rutin turun kelapangan melakukan pemantauan dan tindakan seperti, penyelidikan epidemologi. DInas juga melakukan penyemprotan di seputaran tempat tinggal warga yang terserang DBD.

“Langkah langkah kewaaspadaan itu harus dilakukan agar serangan penyakit DBD pada puncak musim hujan  bisa diantisipasi atau setidaknya diminimalisir sedini mungkin,” tandas Nanang. 

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar