#dbd#penyakit

Kasus DBD di Bandar Lampung Tertinggi Sepanjang 2019

( kata)
Kasus DBD di Bandar Lampung Tertinggi Sepanjang 2019
Ilustrasi. Dok/Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kasus demam berdarah dengue (DBD) di seluruh Lampung selama setahun terakhir mencapai 5.592 dengan jumlah kasus terbanyak terjadi di Bandar Lampung. Sedangkan daerah paling kecil jumlah penderitanya adalah Pesisir Barat.

Jumlah tersebut berdasarkan data Dinas Kesehatan Lampung 2019. Humas Dinkes Lampung Media Lisna mengungkapkan jumlah tersebut berasal dari 15 kabupaten/kota di Lampung.

"Di Bandar Lampung tercatat ada total 1.198 kasus DBD sepanjang 2019," ujarnya, Senin, 13 Januari 2020.

Untuk daerah lain yang kasusnya mencapai seribuan adalah Pringsewu. Di kabupaten yang berjuluk Jejama Secancanan itu berada pada urutan kedua terbanyak dengan 1.176 kasus.

Kemudian, pada peringkat ketiga ada Pesawaran dengan 644 kasus. Sedangkan di Lampung Selatan ditemukan 519 kasus dan di Lampung Timur 451 kasus. "Untuk angka terendah Pesisir Barat hanya 58 kasus," kata dia.

Sementara untuk tahun ini pihaknya hingga kini belum menerima laporan. "Di Januari ini kami belum terima laporan untuk tingkat provinsi per bulan," katanya.

Sebagai pencegahaan, ia mengimbau masyarakat untuk menerapkan 3M, menguras dan menutup tempat penampungan air serta mengubur barang-barang bekas yang bisa menampung air. "Hal itu karena biasanya nyamuk berkembang biak atau bersarang di air bersih seperti di penampungan air," ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga bisa menaburkan bubuk abate di penampungan air untuk membunuh jentik nyamuk. "Masyarakat bisa mendapatkan bubuk abate di puskesmas terdekat," katanya.

Pantauan Lampost.co di Rumah Sakit Tjokrodipo, Senin siang, 13 Januari 2020, terdapat dua pasien penderita DBD. Mereka adalah Ocha (6) dan Adila Oktaviani (6).

Neti, orangtua Ocha, warga Way Laga,Panjang, mengatakan anak telah dirawat dua hari. Menurut dia, anaknya merupakan penderita pertama yang terserang DBD di lingkungnannya pada 2020.

"Baru anak saya saja kalau tahun ini (2020), kalau tahun lalu ada beberapa," katanya.

Sementara, Adila, pasien lainnya, telah dirawat selama tiga hari. Sri Wahyuni, orang tua pasien, mengaku sempat membawa anaknya ke puskesmas terlebih dahulu. "Awalnya panas tinggi kemudian saya bawa ke Puskesmas Panjang untuk dirawat, baru tiga hari yang lalu dirujuk ke rumah sakit ini," katanya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar