covid-19lampungbarat

Kasus Covid-19 di Lambar Bertambah Lima Orang

( kata)
Kasus Covid-19 di Lambar Bertambah Lima Orang
dok Lampost.co

LIWA (Lampost.co) -- Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Lampung Barat bertambah sebanyak lima orang. Sehingga total kasus di Lambar menjadi 23 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Barat Paijo, Kamis, 17 September 2020, mengatakan dari lima pasien, dua diantaranya merupakan klaster baru yakni tindaklanjut dari rapid test massal dan klaster Bandar Lampung. Sementara  tiga orang diantaranya merupakan hasil tracing yang dilakukan terhadap tujuh kasus terkonfirmasi Covid-19 sebelumnya.

Sesuai laporan yang ada, kata Paijo, lima tambahan terkonfirmasi baru positif Covid-19 tersebut yaitu warga Pekon Luas, Kecamatan Batuketulis hasil tracing dari seorang mahasiswa asal Lambar yang telah lama tinggal di Bandar Lampung positif Covid-19.

Kemudian,  warga Pekon Way Petai, Kecamatan Sumberjaya hasil tracing dari klaster Palembang. Satu warga Pekon Tugusari, Kecamatan Sumberjaya juga merupakan hasil tracing dari klaster Ciamis.

Kemudian dua warga yang positif klaster baru yaitu warga Pekon Purawiwitan, Kecamatan Kebuntebu yang merupakan tindak-lanjut dari hasil ravid test massal terbatas dan warga Kelurahan Sekincau, Kecamatan Sekincau yang memang mengalami sakit dan setelah diperiksa dan diswab hasilnya positif covid-19.

Paijo menjelaskan, untuk warga yang positif asal Pekon Purawiwitan klaster baru dimana yang bersangkutan merupakan salahsatu pengurus pondok pesantren dan selama ini sering bepergian mengikuti kelompok pengajian.

Sementara warga Sekincau itu, merupakan klaster dari Bandar Lampung yang dikarenakan memiliki riwayat bepergian dari Bandar Lampung pada awal September lalu.

Kini, keempat warga yang dinyatakan positif covid-19 itu kecuali yang dari Sekincau sudah menjalani isolasi di rumah masing-masing. Kemudian, untuk warga Sekincau masih di RSU sambil menunggu kesiapan peratin dan Puskesmas untuk melakukan isolasi mandiri.

Untuk menindaklanjuti kedua klaster baru ini maka pihaknya juga sedang melakukan tracing terhadap kedua klaster baru ini. Dari jumlah itu, sebanyak 12 orang masih menjalani isolasi.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar