#terdakwa#denda#aniaya

Kasus Aniaya, Terdakwa Didenda Rp500 Ribu

( kata)
Kasus Aniaya, Terdakwa Didenda Rp500 Ribu
Foto: Lampost.co/Febri Herumanika


Bandar Lampung (Lampost.co): Terdakwa FU Kewk Kin dalam perkara penganiayaan terhadap korban atas nama Hanurawati Hutara menyatakan sikapnya atas vonis majelis hakim. Menurut terdakwa, melalui penasehat hukumnya Lauratia Sirait, pihaknya telah menyelesaikan persoalan yang divoniskan hakim terhadap kliennya itu.

" Kami terima vonis hakim terhadap kilen kami, semua yang divoniskan telah kami bayar. Kami menilai vonis majelis itu sudah sesuai dan tentunya sudah dipertimbangkan sebelumnya," kata Laurati, Senin, 23 September 2019.

Ketua Majelis Hakim Zoya Haspita menjatuhkan pidana denda sebesar Rp500 ribu kepada terdakwa Fu Kwek Kin, atas perkara tindak pidana penganiayaan terhadap korban, Hanurawati Hutara.

"Terdakwa telah bersalah melakukan penganiayaan. Dengan itu terdakwa dijatuhi denda sebesar Rp500 ribu rupiah," katanya dalam persidangan di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Kamis.

Selain menjatuhkan denda berupa uang sebesar Rp500 ribu rupiah, hakim juga meminta kepada terdakwa jika tidak membayar denda tersebut maka akan digantikan dengan kurungan pidana penjara selama tiga hari.

Sidang yang dipimpin oleh hakim itu beragendakan dimulai dengan pemeriksaan dakwaan dan sekaligus pembacaan putusan. Saksi yang dihadirkan diantaranya korban, mantan menantu korban, anak korban, mantan istri anak korban, seorang satpam, dan keluarga dari kedua korban dan terdakwa.

Sidang kilat tersebut tidak dihadiri oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Penyidik dari Polsekta Tanjungkarang Timur (TkT) Brigpol Aldy Simarmata berperan sebagai jaksa dan menyidangkan terdakwa terkait perkara penganiayaan tersebut. Atas perkara tersebut, terdakwa dikenakan pasal 352 KUHPidana.

Menurut Penasehat Hukum dari terdakwa ini,  kejadian bermula pada saat pelapor hendak mengambil cucu dari terlapor secara paksa namun terdakwa tidak terima, keributan pun tidak dapat dihadari.

" Intinya penyebab terjadi nya pemukulan itu karena si pelapor tiba-tiba ambil paksa cucu dari terlapor yang sedang dalam proses perceraian. Anak (cucu) itu, cucu mereka bersama antara pelapor dan terlapor yang saat ini orang tuanya sedang dalam proses cerai. Mereka (pelapor dan terlapor) itu tetap tarik-tarikan Meski pun anak sudah dibawa bapaknya (pelapor) pergi dari lokasi kejadian, " kata penasehat hukum Lauratia Sirait.

Diberitakan sebelumnya, dalam persidangan tersebut, keluarga besar korban mengaku kurang puas atas putusan yang telah dijatuhi oleh majelis hakim. Menurut dia, apa yang dilakukan oleh terdakwa telah merugikan korban dan membuat luka atas penganiayaan tersebut.

Febi Herumanika







Berita Terkait



Komentar