#sidang#feeproyek#kejaritulangbawang

Kasi Intel Kejari Tulang Bawang Disebut Terima Uang Rp100 Juta Fee Proyek Mesuji

( kata)
Kasi Intel Kejari Tulang Bawang Disebut Terima Uang Rp100 Juta Fee Proyek Mesuji
Lampost.co/ Febi Herumanika

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Sidang lanjutan fee proyek Kabupaten Mesuji dengan dua terdakwa Sibron Aziz dan Kardinal kembali memunculkan fakta baru. Satu saksi menyebutkan ada aliran dana Rp100 juta ke Kejari Tulangbawang. Dipersidangan, Jaksa KPK Subari Kurniawan mempertanyakan Kepada saksi Wawan, Selain uang dari Kardinal dan Sibron apakah ada pihak lain yang memberi uang, saksi Wawan lantas membenarkan dengan menjawab, "Ada Tasuri, kurang lebih Rp 200 juta, Rp300 juta dan Rp 200 juta, itu atas perintah kadis," kata Sekretaris PUPR Wawan Suhendra.

Disisi lain Najmul Fikri Kadis PUPR Mesuji membantah pernyataan tersebut. Menurut dia dia tidak pernah meminta-minta uang. "Kalau memerintah langsung meminta-minta uang saya gak pernah, kalau pengen urusan uang langsung hubungi yang bersangkutan," kata Kadis PUPR. JPU KPK Subari kembali menanyakan kebenaran hal tersebut kepada saksi Wawan, namun Wawan tetap pada keteranganya. "Uang itu diperintah pak Kadis, uang pertama Rp200 juta dari Tasuri dibagi dua, buat kadis Rp 100 Juta buat saya Rp 100 juta, Saya tetap pada keterangan saya," katanya.

Hakim Anggota Zaini Basir mempertanyakan terkait uang Rp300 juta setelah pemberian uang Rp200 juta yang pertama kemana, saksi lantas menjawab, "Rp300 juta, pak Kadis menyuruh saya dia bing tanya Tasuri, masih ada uang gak saya mau silaturahmi," ujar Wawan. "Uang sudah dapat Rp300 juta, Rp150 juta untuk Kadis, Rp100 juta untuk diserahkan ke Kasi Intel Kejari Tulang Bawang dan Rp50 juta dimintain lagi untuk silaturahmi," kata l Wawan. Najmul membantah pernyataan Wawan tersebut, menurutnya tidak pernah ada permintaan untuk kebutuhannya.

"Jangan bohong terima terima saja, kalau ketahuan keterangan palsu bisa kena 3 tahun sampai 12 tahun," tambah Hakim Zaini. Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Wawan Yunarwanto menuturkan penerimaan uang Rp700 juta dari Tasuri masih pada tahun 2018.

Febi Herumanika

Berita Terkait

Komentar