#Covid-19#Prokes#BandarLampung

Kasatpol-PP Bandar Lampung: Soal Prokes, Warga Patuh tapi Belum Semua Dilandasi Kesadaran 

( kata)
Kasatpol-PP Bandar Lampung: Soal Prokes, Warga Patuh tapi Belum Semua Dilandasi Kesadaran 
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol-PP) Bandar Lampung Suhardi Syamsi/Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co): Penegakan dan pengawasan terhadap protokol kesehatan (prokes) warga menjadi prioritas utama. Begitu pula yang dilakukan Tim Patroli Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandar Lampung. 

Terlebih saat ini, pusat keramaian di kota berjuluk Tapis Berseri itu malah makin marak. Salah satu contohnya, kafe-kafe di pinggir jalan yang berada di sepanjang kota dipenuhi masyarakat, terutama remaja pada malam akhir pekan.

Menanggapi hal itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol-PP) Bandar Lampung Suhardi Syamsi mengatakan, kepatuhan masyarakat terhadap prokes masih cukup tinggi, meskipun nilainya berbanding jauh dengan kesadaran masyarakat.

"Ada yang betul patuh, patuh karena petugas, dan tidak patuh. Tapi ini jumlahnya sedikit. Prokes bukan kewajiban, tapi kebutuhan untuk keselamatan orang dan lingkungan. Sudah 80 sampai 90 persen masyarakat patuh," ujar Suhardi, Jumat, 4 Desember 2020.

Sebanyak 20 tim patroli Satgas Covid-19 selalu mengawasi setiap aktivitas berkerumun seperti di pasar tradisional, mal, jalan protokol, dan sebagainya. Mereka bertugas dari pagi hingga malam hari demi memastikan prokes warga. 

"Kalaupun ada di kafe-kafe pinggir jalan itu bukan berarti mereka tidak patuh, tapi prinsip dasarnya petugas menyisir apakah prokes diterapkan dan dipatuhi masyarakat," ungkapnya. 

Tim patroli Satgas yang terdiri dari Polisi Marinir (PM), TNI, Polri, BPBD, Pol-PP, dan Dishub menyisir setiap lokasi keramaian. Bagi yang melanggar, maka diberikan sanksi sosial.

"Yang tidak pakai masker, petugas bagikan masker setelah terlebih dahulu diberikan sanksi," pungkasnya.   

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar