#Kesehatan#VirusKorona

Kasatgas: Prokes Tetap Jadi Harga Mati

( kata)
Kasatgas: Prokes Tetap Jadi Harga Mati
Mural covid-19. Foto: MI/Andri Widiyanto


Jakarta (Lampost.co) -- Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Ganip Warsito menegaskan protokol kesehatan (prokes) menjadi harga mati. Memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun menjadi kewajiban yang harus dijalankan masyarakat.

"Setelah divaksin harus tetap menggunakan masker," kata Ganip saat meninjau vaksinasi di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu, 14 Agustus 2021.

Menurut dia, selain vaksinasi, protokol kesehatan menjadi komponen utama dalam memutus penularan virus SARS-CoV-2 penyebab covid-19. Ganip juga berpesan kepada penyelenggara vaksinasi untuk tetap mengatur jarak peserta untuk menghindari kerumunan.

Di tempat yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marvest) Luhut Binsar Pandjaitan berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mendorong pelaksanaan vaksinasi. Pemkab ditargetkan menyuntikkan 100 ribu vaksin per hari.

Untuk memenuhi capaian tersebut, Luhut mengarahkan Pemkab Bogor berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Suplai vaksin, tambahan vaksinator, dan keperluan lain dapat dibicarakan kepada Kemenkes.

"Setelah minggu depan kita harus bisa mendekati 100 ribu per hari. Vaksin dari Pak Menteri Kesehatan (Budi Gunadi Sadikin) tidak ada masalah," ujar Luhut.

Berdasarkan data Pemkab Bogor per 14 Agustus 2021, vaksinasi dosis pertama telah mencapai 626.016 atau 14,81 persen dari target. Vaksin dosis kedua diberikan kepada 304.382 atau 7,20 persen dari target, sedangkan dosis ketiga diberikan kepada 365 orang atau 2,78 persen.

Luhut juga meminta kepada pemerintah Kabupaten Bogor mendorong masyarakat yang terpapar covid-19 untuk menjalani isolasi mandiri di tempat isolasi terpusat (isoter). Hal ini agar pasien mendapatkan pelayanan terbaik.

Vaksin untuk Indonesia

Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar