#korupsi#kpk

Kasasi Perkara Korupsi Disdik Tuba untuk Manajer Koperasi BMW Ditolak

( kata)
Kasasi Perkara Korupsi Disdik Tuba untuk Manajer Koperasi BMW Ditolak
Jalannya persidangan korupsi Disdik Tuba di PN Tanjungkarang, Bandar Lampung, beberapa waktu lalu. (Lampost.co/Asrul S Malik)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tulangbawang mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, atas vonis Korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan Tulangbawang tahun 2019 yakni Eks Kadisdik Nasaruddin, dan manajer koperasi BMW Guntur Abdul Naser mengajukan kasasi.


Kasasi JPU untuk Guntur, terdaftar di Mahkamah Agung dengan nomor 1559 K/PID.SUS/2022, sedangkan kasasi JPU untuk Nasaruddin terdaftar dengan nomor kasasi 1350 K/PID.SUS/2022. Kasasi diajukan oleh JPU Hendra Dwi Gunanda terhadap keduanya selaku termohon. Belakangan, putusan kasasi untuk Guntur Abdul Naser telah keluar.
 
Penelurusan Lampost.co di website info perkara Mahkamah Agung, kasasi yang diajukan JPU ditolak. Putusan tersebut dikeluarkan oleh Hakim MA Dwiarsi Budi Santiarto, Sininta Yuliansih, dan Suhadi.

"Terdakwa tolak, JPU tolak perbaikan," bunyi amar putusan, dilihat Lampost.co, Selasa, 24 Mei 2022.

Sementara status kasasi untuk terdakwa Nasaruddin, masih dalam proses pemeriksaan oleh Tim CB Mahkamah Agung. Kejari Tulangbawang secara spesifik belum menerima amar putusan ataupun salinan putusan perkara tersebut.

"Informasi dari Kasipidsus belum terima (Petikan dan salinan) nanti kalau ada dikabarkan," ujar Kasi Intel Kejari Tulangbawang Leonard Adiguna, Selasa, 24 Mei 2022.

Diberitakan sebelumnya, majelis hakim PT Tanjungkarang, "menyunat" vonis eks Kadisdik Tulangbawang yang semula enam tahun penjara menjadi lima tahun enam bulan. Putusan tersebut terkait banding yang diajukan jaksa penuntut Umum (JPU) Kejari Tulangbawang, Hendra Dwi Gunanda, dengan nomor putusan banding 16/PID.SUS-TPK/2021/PT TJK.

"Mempidana terdakwa Nasaruddin dengan pidana penjara selama lima tahun dan enam bulan dan pidana denda sejumlah Rp200 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama dua bulan," bunyi amar putusan Banding, dilihat Lampost.co dari SIPP PN Tanjungkarang, pada 2 Desember 2021.

Nasaruddin juga dihukum membayar uang pengganti sejumlah Rp. 2.860.239.750 paling lama dalam waktu satu bulan sesudah putusan ini berkekuatan hukum tetap, jika tidak membayar maka harta bendanya disita dan dilelang oleh Jaksa untuk menutupi uang pengganti tersebut dengan ketentuan apabila Terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka dipidana dengan pidana penjara selama lima tahun.

Selain Nasaruddin, terdakwa lainnya juga yakni Manajer Koperasi BMW Guntur Abdul Nasser, diputus lebih ringan pada tingkat banding. Ia dihukum pidana penjara selama lima tahun dan denda sejumlah Rp200 juta subsider dua bulan penjara, serta dengan  membayar uang pengganti sejumlah Rp710 juta paling lama dalam waktu satu bulan sesudah putusan berkekuatan hukum tetap. Jika tidak membayar, maka harta bendanya disita dan dilelang oleh Jaksa untuk menutupi uang pengganti tersebut dengan ketentuan apabila terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka dipidana dengan pidana penjara selama tiga tahun.

 

Wandi Barboy








Berita Terkait



Komentar